good for you
good for me
nobody will disturb again ![]()
the best part is, i didn’t ask, i just know it. it’s so much better ![]()
seriously, so happy for you
-aga-
good for you
good for me
nobody will disturb again ![]()
the best part is, i didn’t ask, i just know it. it’s so much better ![]()
seriously, so happy for you
-aga-
umm
sebenarnya aku sudah pengen menulis posting satu ini sejak lamaaa sekali. namun entah kenapa baru memutuskan untuk benar-benar menulis dan mem-publish-kan malam ini
kronologis dari postingan ini bakal kacau balau. anggap saja alurnya maju-mundur.
aku pernah menulis di Twitter yang kemudian nyambung ke Facebook juga, seperti ini bunyinya:
fragile. it doesn’t mean it’s easily broken. it means it’s able to be broken.
entah kata-katanya terlalu mbulet atau memang orang-orang tidak sepaham dengan filosofiku, tapi yang pasti gak ada retweet maupun jempol like.
yeah whatever, like i need it
sebetulnya kalimat tersebut menyambung pada tweet/status sebelum-sebelumnya. yang berbunyi:
one person who looks like the strongest person is probably one of the weakest
silakan berspekulasi tapi sebelum kalian berspekulasi lebih jauh, okay i’ll admit it, pada saat itu mungkin adalah titik-titik terendah dalam hari-hariku di tahun 2012.
i wouldn’t refer that i’m that strongest person i wrote about, but i consider myself as one. if you’re not considering yourself as the best or at least better than anyone else, how are you supposed to have control over yourself?
then again,aku membuat kalimat dengan kata-kata yang mbulet. yah maaf ya, ini akibatnya maraton House M.D.
di tengah kondisi dalam titik terendah itu, apapun, siapapun, bisa jadi motivasi. tidak peduli siapa, kata-kata yang sedikit melambungkan harapan bisa paling tidak membuat kita merasa ada di titik keseimbangan, di tengah-tengah. di manapun lebih baik daripada di paling bawah.
di saat itulah, “Sheldon” – yes, it’s another alias – mengutarakan satu statement yang lumayan buat aku sadar bahwa i matter in the least way.
pernah gak ada orang yang bilang ke kalian seperti ini:
“kamu adalah alasanku untuk melakukan ini”
“you are the reason why i wanna do this”
mungkin bagi orang-orang yang sudah punya pencapaian besar, kalimat itu terasa biasa saja. misalnya aku mengatakan bahwa aku ingin jadi novelis karena Darren Shan dan JK Rowling. ya mereka sudah menghasilkan banyak sekali novel yang ngetop dan mereka memang role model gitu loh.
buat aku yang yah begini ini, kalimat itu WOW banget.capitalized WOW.
***
di lain pihak…
i hate hierarchy in this country. most of the times.
aku ingat betapa santainya aku dulu sewaktu les bahasa Inggris di EF. memanggil guru native ku langsung dengan namanya. Darren, Jon, Phil. memanggil teman-teman sekelas yang jelas-jelas lebih tua dariku tanpa embel-embel mas mbak. Adit, Ahda, Tian, Like, Chy, Rista.
menyederhanakan bahwa kami semua sederajat dan dalam satu tingkat: belajar.
dengan begitu pun menyederhanakan hierarki sosial.
i know this doesn’t make sense to most of you
tapi pernah sadar gak kalau beda satu-dua tahun itu SEMU banget.
ya, seperti berat badan naik-turun satu-dua kilogram yang juga SEMU.
saking semunya, bisa jadi hanya karena secara hierarki kita lebih tua, padahal secara umur kita sepantaran. bahkan bisa saja terjadi orang itu justru lebih tua. AWKWARD
AAAAARGH
***
hierarki sosial di masa sekolah-kuliah adalah kelas atau tingkat. hierarki sosial di tempat kerja adalah jabatan. kita terperangkap dalam hierarki sosial.
screw you hierarchy. screw you whoever discovered hierarchy.
selain itu salah kita juga sih kebanyakan pertimbangan. tapi mau gimana lagi. kita semua punya 2 pertimbangan.
hati dan otak.
following your heart is easy. following your brain is tough. – Gregory House, House M.D.
***
entah deh ya apa ada yang menangkap maksudku dari postingan ini atau tidak. yang pasti aku makin gila ._. there, i also admit that i’m kinda crazy.
you lift my feet off the ground and spin me around. you make me crazier, crazier. – Taylor Swift
akhir kata
how can you write love songs if you never be in love?
-aga-
akhirnya, keingat juga apa yang sempat terlintas di kepala kemarin malam! tadi siang aku terdiam setengah jam sendiri, berusaha mengingat apa, eh ternyata begitu dilupakan, sore ini langsung muncul
brain, you never know how this awesome organ works! subhanallah
ngomong-ngomong, ada yang BELUM nonton The Avengers? aaaaa cepet buruan nonton! nanti konfirmasikan pernyataan berikut benar atau salah ya! –> Aku pengen tiduran di dadanya Capt. America, kayaknya empuk, enak buat tiduran :3
kakakakakakak, sudah ada satu orang yang setuju ketika aku mengutarakan hal ini. siapa lagi kalau bukan Reina aka si Icil hihihihi. bahkan sore ini ketika dia aku sms soal tugas kuliah yang sangat tidak jelas dan bikin ketar-ketir, masih sempat-sempatnya aku menyelipkan kalimat:
aaa sebel, bikin betek aja *pukul2 dadanya capt america #eh :p
dan bukannya mengembalikan aku ke jalan yang benar, sms-sms Reina berikutnya berbunyi:
betul mamen, garai gregetan iku cul, iso mendal-mendal kayak airbag kali ya, uh pingin tak jiwit wit uuuuuu
ya, kami memang agak kurang waras hahahaahha
)
mimpi boleh lah yaaak
mumpung masih gratis dan gak dilarang, sah-sah aja kan yaaa
Namun, aku yakin kita semua sadar bahwa setiap hal ada batasannya. memang sekarang kita bisa terbang di angkasa, tapi toh Ironman yang serbabisa juga gak bisa terbang di luar angkasa. aku dan Reina bisa saja berangan-angan tiduran di dada Chris Evans, tapi kita semua tahu itu gak lebih dari candaan belaka. kita boleh bermimpi setinggi-tingginya, tapi setinggi apa akhirnya yang bisa kita gapai?
bukannya pesimis, tapi semakin hari semakin aku skeptis dengan kata optimis. ayolah, berapa banyak dari kita sekarang yang masih super optimis? semakin dewasa kita, semakin kita dihadapkan pada satu kenyataan bahwa kita harus realistis.
suck? you bet. you, bet.
seperti para novelis. setipis apapun novelnya, seperti Narnia yang mungil atau Darren Shan yang dibaca semalam saja habis, toh pada saat filmnya diputar gak sedikit orang yang kecewa. mengapa gak sama dengan yang dideskripsikan di buku? mengapa adegan ini gak dimunculkan? mengapa bagian yang seru banget itu malah dihapus di film?
seperti para musisi. aku yakin, jauh di otak mereka, mereka ingin menciptakan lagu yang lebih liar dan dahsyat daripada yang sudah kita dengar. aku yakin, kalau mereka bisa menggabungkan semua alat musik, pasti mereka sudah melakukannya.
they’re musicians, for God’s sake. they turn 26 letters of alphabet and 7 basic tones into at least 2 verse, 1 bridge and 1 chorus.
….
-biar lebih dramatis ada titik-titiknya biar seakan-akan kita bisa berpikir :p-
entah kalian bisa menangkap maksud dan pikiranku atau tidak, yang jelas, yang ingin aku sampaikan di sini adalah Chris Evans bodinya nggemesin sekali sekarang.
eh bukan itu.
masih bagusan bodinya Hawkeye – om Jeremy Renner, bikin kejang-kejang to the max itu.
haha, oke, maksudku adalah… karena kita – paling tidak aku – sadar bahwa setiap mimpi dan cita-cita kita ada yang membatasi, gak ada salahnya bermimpi setinggi-tingginya
mengapa?
karena toh di atas langit masih ada langit.
kalau kita bisa bermimpi sampai langit ketujuh, dan walaupun hanya bisa mewujudkan impian kita di langit kedua…
that’s pretty awesome, right?
-aga-
gomenasai everybody, i’ve been away for quite long, long, looong time .__.
one explanation: broken laptop
and the laptop guy said it’s the motherboard.
i was so screwed. no laptop means not able doing tasks and homework. no laptop means no movies. no laptop means no chatting.
can you feel how tortured i was??
and now… it doesn’t mean my laptop’s been OK. i ‘borrow’ my father’s old laptop. not my favourite, it’s windows vista. however, i can’t complain. i still lost LOTS of data. and movies. and songs. aaaargh.
actually there are so many things i wanna share, but if i have to choose, i’d rather sleep than do any other things. recently my energy evaporates very quickly.
ah one thing. tomorrow i’m going to watch this movie with my lil bro, and FYI this movie will be the very first movie i watch this year hahaha. what movie? surely THE AVENGERS, duh!
what’s the very first CD i bought this year? The All-American Rejects‘ Kids in the Street
kinda different with The All-American Rejects i knew, but it’s still worth it
ah yes.
if any, and i said ANY of you guys know how or where i can get HOT CHELLE RAE albums, please, please, PLEEAASSSEEEE do tell me. okay? their music are so far one of the best! if it’s possible, around Yogyakarta.
hm… kinda glad we’ve passed April. because being in the end of April felt so hard for me. yeah, Iceman thingy. don’t ask why or what. *his birthday, now shut up!
well, this post became longer than i thought. time to wrap it.
adios!
-aga-
as usual, setiap hari selasa, aku “part-time” jadi asisten biokimia. karena jadwal yang bertubrukan bruk bruk bruk, akhirnya tahun ajar kali ini, cuma kebagian memberi asistensi di shift ketiga.
suck? you bet.
nah, minggu lalu praktikum biokimia dimulai. aku menjalankan tugas pertama sebagai single fighter menangani sekitar 11-12 orang mahasiswa angkatan pertama yang masih unyu-unyu, di kelompok 5. entah harus bilang beruntung atau sedikit sial, di kelompok itu ada 2 mahasiswa luar negeri. satu cowok, namanya Mike, dan satu cewek, namanya…. oh shoot aku lupa hahaha
sebelum praktikum dimulai, diadakan pretes. nah, di region yang aku jaga, tiba-tiba terdengar bunyi ringtone Scott Pilgrim seperti ini
langsung aku tanya. “itu Scott Pilgrim-nya siapa?”
hening.
setelah pretes selesai, sembari mengambili kertas pre tes, aku bertanya lagi. “hayo, itu tadi Scott Pilgrim-nya siapa?”
eh ternyata, punya adek mahasiswi kelompok 5 dari luar negeri itu!
dia nyengir malu, sambil minta maaf.
terus pas ngecek laporan, ternyata laporan dari kelompok 5 kurang satu, yaitu punya Mike. padahal kan minggu lalu dia ikut praktikum. kata temen-temen sekelompoknya sih emang si Mike gak masuk kuliah sejak pagi. okelah, akhirnya aku minta mereka untuk kasih tau Mike untuk hubungi aku perihal pengumpulan laporannya.
seusai praktikum, si adek mahasiswi mendekati aku yang bertugas di kelompok sebelah, kelompok 4 – ada adek cowok unyu banget panggilannya Emon. dia sambil bawa Blackberry dia di tangan. terus dia tanya.
“ehm, Mbak, mau ringtone Scott Pilgrim-nya? ini bisa saya kirimkan.”
aku agak kaget dan sambil ngikik dalam hati.
“oh, enggak usah, Dek. sudah punya kok…”
“oh, gitu, Mbak? anu, maaf tadi bunyi, saya lupa belum ganti ke silent.”
dalam hati, aku jadi trenyuh juga. jangan-jangan selama asistensi dari Paksi dan Ryan si adek ini gak konsen gara-gara insiden Scott Pilgrim bunyi.
“iya, gak pa-pa kok, Dek. lain kali jangan lupa, ya..”
“iya, Mbak…”
nah, udah kan, terus baru sampai rumah dengan hadiah dua bundel laporan SUPER TEBEL yang mesti dikoreksi –> lihat deh fotonya http://t.co/ndIilnvw, terus tiba-tiba ponsel bergetar. kirain jarkom atau apa gitu ya, ternyata si Mike yang sms.
wew cepet juga anak ini nge responnya. dan yang bikin heran lagi, bahasa yang dia gunakan termasuknya lebih sopan daripada anak seangkatannya yang berasal dari Indonesia. hahahaaha. entah terkendala bahasa atau gimana, tapi yang jelas aku cukup heran. dan salut.
dia bilang dia gak masuk karena sakit, dan langsung tanya perihal mengumpulkan laporannya bisa ketemu aku besok jam berapa dan di mana. aku bales dan sekalian tanya dia sakit apa. kalau besok belum sembuh dan belum bisa masuk kelas, aku bilang nanti bisa diatur lagi. jawaban Mike:
“Mike sakit demam sama flu bak. jangan kuatir, besok Mike pasti udah sembuh. jumpa besok bak. Makasih
“
ooooaaaaah serius deh itu sopan banget :’)
yeah mungkin bagi sebagian besar orang hal-hal ini gak ada apa-apanya. namun buatku, kejadian-kejadian kecil yang bisa membuat tersenyum adalah awal untuk menghargai ketika nantinya akan terjadi kejadian besar yang membuat hatiku membuncah bahagia
-aga-
semester 6 ini ada mata kuliah Filsafat ilmu. setelah ikut 2 kali kuliahnya, yang terlintas di benak masih sama seperti sebelum ikut kuliahnya.
how am i supposed to respond to some kind of weird thing like that?
seriously Filsafat Ilmu mungkin adalah salah satu kuliah ter-awkward yang pernah aku ikuti. mungkin seharusnya Filsafat gak masuk kurikulum karena menurutku walaupun kata sang dosen Filsafat itu mencari kebenaran hakiki yang sebenar-benarnya benar, suatu hal imajinari seperti “kebenaran” itu… tidak bisa diukur baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
kalau kebenaran itu satu, gak akan ada banyak filsuf seperti Plato, Aristoteles, Archimedes – ya kali kalau mereka filsuf, aku gatau hahahaha ngaco banget itu kasih contoh
intinya, kalau kebenaran itu satu, pasti dari dulu yang namanya pengertian akan sesuatu hal gak akan bermacam-macam.
makanya begitu tadi muncul pertanyaan “kamu hidup mencari apa?” dan jawaban untuk jadi dokter gigi disalahkan, yaaaa gak bisa gitu dong. lha tanya nya ke calon drg ya wajar dong. kalau tanya nya ke mahasiswa Filsafat yang sedari awal dijejeli materi begituan ya pasti jawabannya yang super absurd dan beda jauh dari jawaban mahasiswa kedokteran gigi.
atau mungkin cara berpikir a la filsuf itu mendarah daging, ya? menurun gitu?
secara di keluargaku sepertinya gak ada yang berbicara dengan kalimat mbulet bin memusingkan seperti “masalah itu ada karena kita membuat sesuatu itu mencadi masalah”, aku bisa meyakinkan diri kalau …
yeah, maybe being so philosophical is hereditary
tahu yang turun temurun juga? golongan darah.
woow siapa sih yang gak tertarik sama yang namanya golongan darah? di Twitter ada akun tentang fakta-fakta umum golongan darah, yang nge-retweet bisa ratusan. dan untungnya, praktikum Biologi Mulut 3 yang pertama kemarin adalah uji darah. so excited.
aku selalu ingin tes golongan darah lagi buat tahu rhesus darahku. ternyata aku adalah golongan darah O rhesus positif. meskipun sebenarnya hasil aglutinasi anti-D nya cukup membingungkan juga. haahlater deh ya cek darah lagi -__-”
ada banyak hal yang bisa diturunkan, selain golongan darah. yang lain adalah penyakit.
ngeri juga kalau tahu kita mungkin mengidap penyakit menurun yang kemungkinan menimpa kita 50:50 seperti Huntington’s Chorea, contoh fiksi nya adalah salah satu karakter di serial House M.D., dokter Thirteen yang diperankan Olivia Wilde. dan ternyataaaa dia positif mengidap Huntington’s.
dua kali setelah lihat iklan gula jagung di TV, aku spontan bertanya ke papa dan mama yang kebetulan sedang nonton TV juga. “mbah kakung gak kena diabetes, kan?”
hey, hanya karena saat ini kita baik-baik saja, bukan berarti kita tidak memiliki “sesuatu yang salah” dalam tubuh kita, lho.
gen setiap orang berbeda-beda. apalagi setelah berbaur akibat pernikahan dan perkawinan, jadi beda lagi. begitu seterusnya.
who knows that our grand-grand-grand-grand-grand father inherited something to us?
selama beberapa tahun belakangan – seperti biasa – aku menyangkal tentang sesuatu. namun belakangan, fase acceptance hadir juga.
hell yeah, i got something hereditary from both of my parents.
-aga-
gak nyangka, baru masuk minggu kedua kuliah semester 6 sudah ngedrop nih badan. Alhamdulillah standar nge-drop nya. pilek, batuk, badan pegel-pegel. dan untungnya gak demam!
i can accept snot and cough, but not fever
entah apa yang memicu, biasanya aku yang kalau sakit menolak mentah-mentah untuk minum obat, kemarin malam sebelum tidur langsung nyamber obat.
sebenarnya apa alasanku males banget minum obat?
1. pada dasarnya, flu itu kan imunitas tubuh yang sedang turun sehingga virus bisa melakukan siklus litik, jadi sakit, deh. maka, BIASANYA aku makan apel, makan yg banyak, istirahat lebih banyak, untuk menyembuhkan si flu. memang sih sembuhnya jadi agak lama, tapi kan gak memasukkan zat yang bisa membahayakan tubuh. (inget kuliah Farmako dari drg Mayu dulu, obat itu racun, yg membedakan cuma dosisnya)
2. aku gak suka bau obat yang diekskresikan lewat keringat. keringatnya jadi bau obat juga >_< berasa sakit banget.
yah, anggap aja sakit di awal ini berkah. semoga nanti saat hectic nya perkuliahan, aku gak skait-sakit lagi!
anggap aja, flu ini adalah imunisasi untuk pertahanan tubuh yang lebih kuat di kemudian hari.
keep thinking positive, ow yea aaaa!
-aga-
nyaaah rasanya satu bulan liburan itu kayak pit stop nya F1 aja.
weeeeeeng, mak ceprut, selesai. fin. end.
-_________-”
susah menyebut satu bulan kemarin sebagai liburan. dikarenakan:
1. di jogja-jogja aja nih orang
2. tiap hari masih bolak-balik kampus, wadehel sekali, kawan-kawan
3. esensi liburan yang berarti bermakna menghilangkan kepenatan sama sekali tidak tercapai.
sekali lagi. wadehel.
yeah walaupun begitu, disyukuri aja selama “liburan” ini melakukan beberapa hal yang bisa dibilang menyenangkan
kalau dirangkum sih, ini dia:
1. bisa ketemu sama Eki dan Ali, temen SMA (Elnino), di jogja. dua-duanya ketemuan di Malioboro.
pas sama Eki, ketemu sama dia dan keluarganya di Mall Malioboro. ditraktir minum smoothie cappuccino sama mamanya Eki hihihi
pas sama Ali, bentaaaaar banget, gak sampek setengah jam. waktu itu Ali ngasi taunya ndadak banget semalem sebelumnya. ternyata dia rombongan sama angkatannya dari Jakarta-Bandung terus cuma transit bentar – 2 jam – di jogja. sampai di benteng Vredeburg jam 8.30 pagi, terus kita ketemuan di depan gapura pecinan
2.
acara nge swab buat keperluan penelitian. koplak sih sebenernya hahahhaa. tapi alhamdulillah bakteri yang dimaksud ketemu dari hasil nge swab koplak itu
)
3.
nah, klo gasalah pas ketemuan sama Eki tanggal 21 Januari karena tanggal 23 nya Imlek. pas pamitan, ngintip Barongsai dulu
sejatinya Barongsai adalah cheerleader dengan aurat tertutup
hahahaha
4.

HOUSE M.D. marathon! demi apa, aku tergila-gila sama serial TV yang satu ini. hampir tiap hari nonton, berusaha mengejar season 8 yang kabarnya tahun ini akan berakhir sekaligus menutup perjalanan super panjang dari dokter eksentrik bernama House ini. sampai sat ini, baru nonton sampai season 4. pfft long way to go
kenapa suka House M.D.? keren lho serial TV ini. selain itu jadi motivasi besar dalam belajar
aah pokoknya suka suka suka!
5. 
yeah Pantai Depok! cuma bertiga sih sayangnya, aku gita dan luky. sebenernya gak begitu berhasil sih nge-Depok-nya dikarenakan cuaca yang ekstra labil. paginya cerah ceria, sampai sana agak mendung, tiba-tiba gerimis, baru neduh semenit terang lagi. main kejar-kejaran sama ombak – so romantis ya kedengernannya? hahahha.
terus bikin pup pasir,

terus hujan lagi. neduh lagi. berhenti lagi hujannya. tapi laper. akhirnya kita makan besar-besaran (untuk ukuran 3 orang gadis, ini besar sekali)


nyahahaha semoga berikutnya bisa main-main di pantai full berenam sama reina, ratna, sari
6. fund raising KKN! yeah KKN ke Bangka itu duitnya tidak sedikit! dan kami memulai aksi penggalangan dana. mulai jual 2nd hand clothes di SunMor UGM

hingga bukan online shop untuk 2nd hand clothes juga
http://semutowwyeah.blogspot.com/
dibuka ya dibuka yaaa, CP nya aku, silakan kalau ada yang nyantol di hati looh. insyaAllah barang-barangnya masih bagus
7. nomor tujuh adalah favoritku, dan nomor ini untuk Shigeru-san
(yes, itu nama alias haha!) entah apa ujungnya, mau apapun itu, yang kuharap pasti hanya satu. jangan pergi dari kehidupanku, ya
semoga semua baik-baik aja
8. 
melanjutkan proyek yang tertunda 6 bulan -___- gila parah banget. bikin ceritanya seperti biasa di buku buatan Humble
kali ini aku memasukkan unsur Parkour dan bikin gambar gerakan-gerakan parkour pakai gambar manusia lidi hahahaha. jadinya antara gokil dan gak jelas sih
semoga tahun ini proyek ini selesai! amin!
FYI, aku belum yakin mau dikasih judul apa, yang pasti 3 tokoh pusatnya bernama Jamie, Selena dan Tim
uuuyeeaaah!
well, itulah kegiatan yang bisa dirangkum. belum termasuk acara jalan-jalan, baca buku, belajar partitur baru, dan lainnya, sih. tapi at least setelah didaftar, lumayan juga kegiatan “liburan” ini
because every end is just a start of something new
-aga-
OMYGOSH
i found this chocolate on my drawer! 
who might give it to me? kyaaaa >_<
hell yeah, i bought it few days ago, and i put it in my drawer. DUH!
truth to be told, i’m a kinda person who doesn’t excited about this V-day thingy. unless there’s a huge chocolate sale, then yeah, count me in. but apparently… they cost chocolate just as the same. too bad really. i love chocolate so much.
so, how is everybody?
i’m surviving.
but i feel like i’m gonna hit my head on a wall to relief burden in my mind.
too much to think @.@
and every thought has no easy AND simple solution.
just like The Prestige movie, when Christian Bale‘s twins – he’s playing two roles as twins there – had to cut his finger just to make sure they really do look alike. it’s a simple solution, but it’s not easy at all.
umm, yeah, i had this thought yesterday.
have you guys ever heard this saying? –> “opposites attract”.
so it’s like a magnet, north and south pole are attracting each other. but that saying is directed to human relationship instead of magnet relationship.
another DUH.
but then i thought.
i’m a contradictory person.
contradictory already means opposite.
so, what is the opposite of opposite?
haha!
just something unimportant to think but somehow i think of it too
if someone want to argue this, please do, i’d love to know your opinion
-aga-
hauf, walaupun ada satu SKS mata kuliah yang belum keluar – Ilmu Penyakit Kulit Kelamin – paling gak sekarang aku bisa mengatakan:
alhamdulillah, semester 5 sudah terlewati dengan selamat!
yeehaw~
sejauh ini sih judulnya liburan, tapi….
setiap hari masih aja ke kampus -___- liburan macam apa ya ini?
minggu ini adalah minggu remedial. untungnya aku lolos dari jeratan tiga-puluh-ribu-per-mata-kuliah ini. sayangnya gak sedikit juga teman-teman yang harus ikut remed. jadi gak enak kalau mau ngajak jalan-jalan, ke pantai, atau sekadar karaoke
padahal pengen banget nih karaoke – kayak setiap hari gak bikin bumi gonjang ganjing aja di kamar mandi.
anyway, kalau pas karaoke, keseringan aku – mungkin teman-teman juga – memilih lagu yang sekiranya bisa dijangkau dengan suara kita. misalnya… Backstreet Boys. aman lah itu hahaha
kalau sedang iseng, yaah Katy Perry bisa lah dicoba dengan suara tercekik dan diakhiri dengan ketawa cekikikan betapa hancurnya lagu Katy Perry tadi
namanya aja zona aman.
nothing to lose. no one’s harmed.
pada umumnya, perempuan lebih suka berada di zona aman. mengapa? entah. namun, kalau menurutku, dengan berada di zona aman, gak ada yang perlu dikhawatirkan dan gak perlu ragu dengan pilihan kita karena toh apapun yang kita lakukan gak akan merugikan siapa-siapa.
ada sebuah bangunan dengan lima lantai. katakanlah kita terbiasa menggunakan kamar mandi di lantai satu. kalau gak terdesak sekali, mau di lantai berapapun, kita pasti menuju lantai satu. mengapa?
karena sudah biasa. sudah tahu situasinya. sudah nyaman.
kuliah sampai sore. kantin sudah tutup, perut meronta-ronta. kalau aku sih, paling gampang pergi ke restoran cepat saji sebangsa McD atau KFC. mengapa?
aku sudah hafal menu yang aku pesan. aku sudah tahu rasanya. aku gak akan kecewa dengan apa yang akan aku makan di tengah kondisi super kelaparan. nyaman.
dengan alasan kenyamanan inilah mungkin sebagian dari perempuan merasa susah untuk move on. sekalipun nantinya akan kecewa – dengan menggunakan kata nantinya, sudah terprediksi akan merasakannya.
gak peduli dengan akhir yang menyedihkan, terjebak dengan siklus yang sama. dan entah mengapa kadang terasa oke-oke aja. mengapa?
karena somehow, sudah terasa nyaman denganya.
kalau dipikir-pikir zona aman itu malah membahayakan daripada menyamankan, ya?
-aga-