Category: green


60th earth hour


The logo for Earth Hour

Image via Wikipedia

wow i didn’t think that it’s actually the 60th earth hour.

 

well, last year i didn’t really do this thingy cause i had to organize an event. but this year, count me in.

 

and i admit, doing pure Earth Hour is HARD.

 

i really wanted to turn off all the lamp and electricity, but it’s impossible. if i live in my own house with just myself in it, yea it’s as easy as saying “let’s do the Earth Hour!”

 

but i had to face this. i’m living in with my parents. we live in a neighborhood where it will totally look weird if our house is in total black while it’s not blackout condition.

 

beside that reason, in my opinion saying that Earth Hour is impossible, we have hospital, hotel, resto, which would say no loudly to turn off their lamps. plus, in Indonesia, they set football match to be held at night which means, they need gazillion lamps to be turned on.

 

my dad said that actually Earth Hour is pointless. it’s just a celebration. a symbol.

 

yeah, i think so too.

 

if we people really want to save our earth, we actually do not need such thing like Earth Hour. we spontaneously will turn off at least 2 bulbs every night. no need command, we will stop using unnecessary electronics.

 

but i guess we people need something to remind us, right? that’s why Earth Hour exists.

 

well, i hope, and i really do, all of us, human race, will continue to cut off usage of electricity. moreover, less pollution, more recycle, less plastics, more trees and plants, and less earth destroyers.

 

a small leap could bring huge change.

 

-aga-

crop circle vs nazca lines


recently, we are shocked by another crop circle that was found in Sleman and Bantul, Yogyakarta, Indonesia.

well, truthfully, yes, i’m pretty interested in it. but as soon as i saw the picture, i directly remember about Nazca Lines.

for you who has watched Indiana Jones IV, The Kingdom of the Crystal Skull might say, “oooooh!” for you who have no idea at all, let me show you what is Crop Circle, and what is Nazca Lines.

CROP CIRCLE


what is Crop Circle? according to Wikipedia (since it’s the easiest source to get), Crop Circle is a sizable pattern created by the flattening of a crop such as wheat, barley, rye, maize, or rapeseed. Crop circles are also referred to as crop formations, because they are not always circular in shape. some say that Crop Circle is the result of extraordinary meteorological phenomena. but most believe that it’s one of paranormal activity.

yes, the Unidentified Flying Object aka UFO. alien with flying saucer.

actually, Crop Circle can be man-made. humans make Crop Circle to advertise their company, or just to make sensations. who doesn’t want to be popular, anyway? LOL

NAZCA LINES

The Nazca Lines are a series of ancient geoglyphs located in the Nazca Desert in southern Peru. They were designated a UNESCO World Heritage Site in 1994. The high, arid plateau stretches more than 80 kilometres (50 mi) between the towns of Nazca and Palpa on the Pampas de Jumana about 400 km south of Lima. Although some local geoglyphs resemble Paracas motifs, scholars believe the Nazca Lines were created by the Nazca culture between 400 and 650 AD. The hundreds of individual figures range in complexity from simple lines to stylized hummingbirds, spiders, monkeys, fish, sharks or orcas, llamas, and lizards.

The lines are shallow designs made in the ground by removing the ubiquitous reddish pebbles and uncovering the whitish ground beneath. Hundreds are simple lines or geometric shapes; more than seventy are designs of animal, bird, fish or human figures. The largest figures are over 200 metres (660 ft) across. Scholars differ in interpreting the purpose of the designs, but they generally ascribe religious significance to them.

The geometric ones could indicate the flow of water or be connected to rituals to summon water. The spiders, birds, and plants could be fertility symbols. Other possible explanations include: irrigation schemes or giant astronomical calendars.

So, which one do you guys like better? both are very impressive, right?

-aga-

nature is giving a warning signal


hari minggu lalu, aku dan keluarga mengunjungi tommy yang tengah menimba ilmu di SMA Taruna Nusantara, Magelang.

untuk bisa mencapai Magelang dari Jogja, biasanya kami melintasi Jalan Magelang.  masih dalam keadaan biasanya, lancar-lancar saja.

namun pada hari Minggu itu, keadaan tidak seperti biasanya.

oada hari-hari, bahkan minggu-minggu sebelumnya, jalan Magelang ini, yang dilintasi oleh Kali Putih, diterjang oleh aliran lahar dingin dari Gunung Merapi.

ya, Gunung Merapi memang sudah tidak bererupsi, namun ternyata bencana tidak berhenti sampai di sana saja.

hujan yang turun dengan derasnya dari puncak gunung membawa material turun bahkan lebih jauh berpuluh-puluh kali dari yang bisa dibawa Wedhus Gembel.

akibatnya?

silakan lihat sendiri lewat beberapa foto di bawah ini.

ironisnya, pada saat kami sekeluarga melintas, jalanan yang padat itu tak hanya dikarenakan jalanan yang menyempit hingga separuhnya karena tergerus oleh lahar dingin, namun juga karena:

1. kedatangann para menteri

2. berhentinyabanyak orang untuk mengunjungi ‘wisata bencana lahar dingin merapi’

entah apa guna para pejabat itu lewat. untuk memberikan sumbangan, atau ikut-ikutan berwisata bencana.

alam telah memberi peringatan.

apakah kita masih mau merusak alam kita lebih jauh lagi?

-aga-

asap


tadi pagi aku dikirimi bahan untuk buat pembahasan makalah mikrobiologi sama temen kampus, namanya dito. panggilannya ditok :p biar mantap, lah, ditambahi hurup k.

dia bilang, “tolong segera dicek, ya, ga.”

dan aku bales, “oke, ASAP.”

eh dia balik tanya, “asap apa ga?”

ngakak, aku pun kasih jawaban, “as soon as possible, ditooook.”

eh ternyata ada satu balesan lagi, “hahaha, aku pikir ada asap.”

hem… sebenarnya, pada saat itu, pagi-pagi jam 10 itu memang ada asap. dari tanah kosong di sebelah rumah yang sangat menyesakkan rongga dadaku berlipatkali karena aku sedang batuk.

serius, gak enak banget.

lama kelamaan, oh sudah berhenti main bakar-bakarnya.

EH kok  barusan ini ada bau bebakaran lagi. kalo bebakaran ikan mah enak. harum. menggoda iman dan takwa.

LHA INI?!

astagah, bener-bener ya, gak habis pikir kok ya seneng amat main api.

padahal, kalau bakar sampah, itu sama aja artinya dengan membuang sampah di udara.

lah, bayangin, ya, kalau sampah di udara itu kehirup. berarti kan sampah itu masuk ke dalam tubuh kita?!

mau disamain sama tong sampah?!

HUH!

*oke aku akui aku sedang emosi banget nih*

-aga-

Do Care Earth Day


Akhir-akhir ini kita sering sekali merasa bahwa udara dan hawa sekitar makin panas, gerah, dan tak nyaman. Belum lagi kekesalan karena mendadak turun hujan, padahal seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Tentu saja, sebagian besar dari kita sudah mengerti bahwa hal ini disinyalir oleh fenomena alam Global Warming atau pemanasan global. Emisi bahan bakar kendaraan dan pabrik, penebangan hutan secara serampangan, penggunaan air berlebih, semuanya dan ribuan hal lainnya menyebabkan Global Warming. Hm… seharusnya dibuat satu hari di mana kita bisa belajar untuk menyelamatkan bumi ini.

Tunggu, kita memang memiliki hari itu. Berapa banyak di antara kita yang sadar bahwa setiap tanggal 22 April diperingati Earth Day alias Hari Bumi? Atau, sebelum menginjak ke sana lebih jauh lagi, berapa banyakkah yang mengerti bahwa ada yang dinamakan dengan Earth Day dan sesungguhnya pada tahun ini telah memasuki tahun ke-40 nya?

Ya, Earth Day, atau hari Bumi, memang jika ditilik di kalender tidak ditandai secara khusus dengan libur nasional. Namun, sesungguhnya hari yang didedikasikan untuk keselamatan bumi ini diselenggarakan secara semarak di berbagai negara. Dicetuskan pertama kali oleh Senator Amerika Serikat dari Wisconsin, Gaylord Nelson, beliau merasa bahwa masalah seperti ini adalah sebuah permasalahan yang ‘dianggap’ di mata politik di Amerika. Para penduduk cemas, tapi tidak dengan para politikus. Akhirnya, Senator Nelson memiliki sebuah ide untuk memanfaatkan dorongan kecemasan warga untuk membuat sebuah demonstrasi sehingga permasalahan ini kemudian diangkat menjadi agenda politik. Dan, benar saja, akhirnya secara tidak langung terbentuklah sebuah forum raksasa di antara para penduduk Amerika yang mengkhawatirkan keselamatan tanah, sungai, danau, dan udara mereka. Sampai di 40 tahun kemudian, begitu banyak event diselenggarakan untuk memperingati Earth Day ini seperti open house untuk mengajarkan masyarakat menggunakan solar cell dan membagikan tanaman gratis.

Sayangnya, gerakan semacam ini belum begitu tampak di Indonesia. Padahal, sebenarnya Indonesia memiliki peranan yang sangat penting dengan terbentangnya hutan hujan tropisnya. Ironisnya, bukannya menyumbangkan suatu pasokan oksigen, pepohonan malah ditebangi secara serampangan tanpa dilakukannya reboisasi.

As we know, we’ve only got one earth to live on, so learn to take care of it.

-aga-

earth hour


“buat aga, di jogja nanti tetep kampanyekan jangan-buang-sampah-sembaranganmu itu ya ;)”

aku nyengir lebar membaca satu kalimat di atas yang adalah sebuah pesan dari teman sekelasku saat kelulusan. bukannya apa-apa, ternyata kebiasaanku yang satu itu rupanya memang sedikit ekstrim sampai-sampai dijadikan pesan terakhir sebagai classmates.

aku memang cerewet banget masalah buang sampah. di SMA, teman-teman sekelas sudah hafal kebiasaanku untuk menegur mereka agar buang sampah ke tempat yang sudah disediakan. bahkan ada saja yang mengajakku bercanda dengan berkata,

“eh jangan buang sampah sembarangan, MASIH ADA aga.”

hahahahahaha, sumpah, kata-kata itu membuatku ngakak.

apa sih awal mulanya yang membuatku jadi fanatik untuk jangan-membuang-sampah-sembarangan? karena isu global warming, kawan-kawan semua. tak hanya gerakan jangan-membuang-sampah-sembarangan, tapi juga matikan-air-dan-lampu-yang tidak-terpakai, dan kurangi-pemakaian-kertas.

oh ya, teman-teman cowok di kelas gak pernah lagi main pesawat-pesawatan kertas karena kertasnya aku sita dan aku jadiin origami bangau-bangauan. hihihihi sama aja ya? engga ding, kertasnya aku kumpulin, terus dijadiin notes kecil. iya, ini sungguhan,

ngomongin global warming itu bisa meluas kemana-mana. tapi di postingan kali ini di  pending dulu, ya. mari fokus pada sebuah event pada tanggal 27 maret 2010 besok. event apakah itu? konser musik? bagi-bagi sembako gratis? acara tanda tangan CD oleh Boys Like Girls?

BUKAN

event ini namanya EARTH HOUR. diselenggarakan setiap tanggal 27 maret. berupa apakah gerakan earth hour ini?

caranya gampang, kok. dengan mematikan lampu selama satu jam, dari jam 8.30 pm sampai 9.30 pm. menurut waktu lokal masing-masing.

mirip dengan apa yang dilakukan negara adidaya amerika dulu saat memperingati kematian Thomas Alva Edison. mereka mematikan bola lampu sehingga seluruh amerika gelap total untuk beberapa saat.

kolosal banget, ya?

diharapkan dengan mematikan lampu selama satu jam ini, kita bisa menghemat listrik dan bisa merenungi apa yang terjadi bila kita terperangkap dalam kegelapan total seandainya, mulai saat ini kita tidak berbenah dan suatu ketika bumi kehilangan seluruh energinya.

ada yang bilang kondisi bumi yang ada sekarang sudah gak bisa diapa-apakan. DIA SALAH. kita masih bisa menyelamatkan, bahkan membuatnya lebih indah. namun misi ini gak bisa dilakukan hanya oleh satu orang. perlu kesadaran besar dari berjuta-juta manusia yang memenuhi bumi ini. kita perlu kerja sama.

apa kita mau planet cantik ini hancur dan kita terpaksa pindah ke pandora?? tidakkah kita malu harus mengungsi dan menginvansi kediaman orang lain??

mari teman-teman, mulailah dari hal kecil. sebarkan berita ini. tandai di kalender, di handphone, di jurnal. pasang alarm. jadikan wallpaper. sebarkan pada orang lain. pada tetangga di rumah sebelah, pada keluarga di kampung halaman, pada sahabat di seberang pulau, pada kenalan di benua lain.

tanggal 27 maret. pukul 8.30 pm – 9.30 pm. earth hour.

kunjungi pula http://www.earthhour.org/

mulailah lindungi bumi ini. ia telah memberikan segalanya pada kita. kapan kita akan membalasnya?

-aga-

[ Back to top ]