“Ga, cewek itu butuh kepastian yang kayak gimana, sih?”

 

tetiba dapat pertanyaan itu beberapa hari yang lalu dari seorang teman. kaget dan bingung begitu mencerna pertanyaan tersebut.

karena:

1. jawaban yang akan kuberikan tidak bisa diaplikasikan pada seluruh populasi cewek, dan

2. jalan pikiran cewek tidak pernah benar-benar bisa dipahami, bahkan oleh sesama cewek. aneh, ya? hahaha

 

1+1 tidak selalu 2. bisa jadi, 1+1=5-3. atau 1+1=(978:3)-(324:4)-243

jawabannya sama. tapi cewek cenderung mengambil pertimbangan dan jawaban yang jauuuh lebih rumit meskipun akhirnya toh juga sama. kekeke

 

aku sedikit takut menjawab pertanyaan yang tertera di awal post. kepastian yang seperti apa? yaa bukannya kepastian itu hanya ada satu; ya yang pasti. artinya, tidak membuat ragu.

 

tapi toh, tampaknya kepastian mulai tergantikan dengan keyakinan. padahal aku cukup yakin, tidak ada yang benar-benar 100% yakin dalam semua hal yang dijalani.

 

seberapa yakinkah aku saat memilih masuk ke fakultas kedokteran gigi? 100%-kah? lol, enggak lah. paling cuma sebesar 75-85%.

sebesar apakah kepercayaanku pada jasa pos dalam mengantarkan paket atau surat ke tujuan? 95-97% laah.

berapa persenkah keyakinan yang perlu kumiliki untuk benar-benar yakin bahwa aku capable untuk memasuki level kehidupan yang baru, misalnya, pernikahan?

 

misal. Ryan Gosling datang.

“halo, aga”

“halo, ryan”

“jalan-jalan, yuk”

“boleh”

*jalan-jalan seharian, lalala*

“aga”

“iya, ryan”

“nikah yuk”

“…”

 

bahkan Ryan Gosling kalau ngajak nikah pun nggak akan langsung diiyakan. meskipun Ryan Gosling (suatu saat nanti) mualaf dan naik haji, belum jaminan deh langsung “oke, yuk nikah, ke KUA”.

 

dalam pernikahan, sepasang cewek dan cowok akan hidup bersama, menyandang sebutan istri dan suami. dari buka mata sampai tutup mata. mereka harus (bagaimanapun) menyesuaikan diri satu sama lain. pengorbanan. toleransi. bertahan hidup bersama. karena kalau bukan berusaha bersama, apa artinya dipersatukan dalam pernikahan?

 

masalahnya buatku adalah:

membayangkan konsep pernikahan begitu mudah.

tapi setiap bayangan memang hanya perlu mengikuti benda aslinya bergerak, sehingga bayangan memang akan terlihat mudah.

dan apa harus betul-betul menunggu hingga 100% yakin sebelum membuat suatu gerakan?

jika pun begitu, berarti bayangan yang terbentuk juga hanya terdiam, menunggu, hingga keyakinan terkumpul dan sungguh-sungguh membuat keputusan.

dan bergerak.

 

-aga-

Advertisements