sejak hari sabtu, ada aja yang bikin jiwa raga meraung-raung, pengen cakar-cakar tembok, pengen jumpalitan pake trampolin, pengen lomba teriak lawan Celine Dion, pengen nangis sampai kawasan Pogung banjir, pengen makan pizza sampai gendut, pengen mainan kucing, pengen ngata-ngatain orang dengan semena-mena, pengen makan eskrim 5 galon, pengen ngerasain bungee jumping, pengen makan es potong di Orchard, pengen peluk Kris sama DO, pengen motong rambutnya Luhan, pengen nampar Kimi Raikkonen saking selonya balapan…

 

haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah

 

kesel. pokoknya kesel banget. kesel aja gitu.

 

dari rombongan motor gede yang seenaknya sendiri menguasai jalan raya kayak mereka udah pipis ngiderin kota, nandain teritori kayak anjing aja kan.

ending film Spiderman yang bagus tapi nyebelin karena ada tokoh yang dimatikan, dan itu nggak adil banget – yah, memang dunia nggak pernah adil, karena kalau adil, nggak akan ada konsep superhero, jadi nggak akan ada yang namanya Spiderman.

rencana yang batal akibat harapan yang dipasang terlalu muluk-muluk. dan juga karena manusia yang menggunakan anti-bakteri berlebih, menciptakan super-mikroba yang kalau lagi kumat dengan istirahat aja nggak cukup untuk memulihkan kembali kesehatan.

karena akan ada aja makhluk-makhluk, khususnya sub-species, yang susah banget buat diomongin yang akhirnya nggak ada lagi yang bisa dilakukan selain yaudahlahterserahajamaungapain

sifat dasar masyarakat endonesa yang anarkis dan nggak mengenal kata ‘antri’, taunya cuma kata ‘gratis’ dan ‘srundal-srundul’.

tumpukan tugas yang udah setinggi uang di banknya Paman Gober dan waktu rotasi Bumi terhadap porosnya yang ‘cuma’ 24 jam yang terasa kurang untuk digunakan istirahat dan kerja.

 

intinya?

 

i’m emotionally upset.

that’s all.

 

-aga-

Advertisements