But things have gotten so bad between us
I don’t see us ever being together ever again
Like we used to be when we were teenagers
But then of course everything always happens for a reason
I guess it was never meant to be
But it’s just something we have no control over and that’s what destiny is
But no more worries, rest your head and go to sleep
Maybe one day we’ll wake up and this will all just be a dream

Mockingbird, Eminem

are you a believer to believe that everything does happen for a reason?

kalau orang Jawa, sih, mungkin sering mengatakan ‘mbok sing legowo…’
Bahasa Indonesianya, kurang lebih ‘yang sabar, sih…’
what, you need one in English, too? ‘keep calm, be patience, it is what it is.’

hm, ternyata cukup susah juga mengartikan ‘legowo’ ke dalam bahasa Inggris :))

mungkin, Harry Potter adalah satu diantara sedikit cerita mengenai perjalanan ke masa lalu. aku pribadi sih gak tahu banyak film atau cerita tentang perjalanan masa lalu. Source Code, mungkin. Tapi toh ternyata di akhir Jake Gyllenhaal malah masuk ke dunia paralel.

hmph… apa lagi ya?

Menurut pendapatku, langkanya film atau cerita mengenai perjalanan waktu ke masa lampau ini disebabkan oleh akibat yang ditimbulkan. Perubahan sedikit saja akan dapat mengubah masa depan.

pernah terlintas untuk kembali ke masa lalu?
oh, sering.
misalnya?
gak usah jauh-jauh. ingin rasanya mundur ke hari minggu kemarin ini, gak pergi seharian, istirahat untuk menyehat-nyehatkan badan, sehingga hari senin gak terkena kram perut karena siklus bulanan (dysmenorrhea) sampai harus pulang dari kegiatan ko-as 2 jam lebih cepat dari yang ditetapkan.

tapi toh apa hanya karena gak pergi seharian lalu badan jadi sehat dan menjamin gak akan kram perut? Kalaupun iya, apakah semua rencana yang terpaksa batal di hari selasa kemudian jadi dijalani?

gak ada garansi kepastian.

karenanya ada perusahaan asuransi, karena pada dasarnya hidup gak bisa diprediksi, hahaha.

it is what it is.
what’s done is done.
nasi telah menjadi bubur.

pilihan selanjutnya hanya ada dua:
terus maju melawan semua hambatan; atau bertahan di titik yang sama, selamanya.

mau makan buburnya mumpung masih panas sampai habis karena kalau sudah dingin gak enak, atau aduk-aduk aja terus buburnya sampai dingin dan males buat dimakan.

siapa tahu, dengan berubahnya nasi jadi bubur, eh harga jualnya lebih tinggi lho. dapat untungnya lebih banyak, ‘kan?
siapa tahu, kemarin dengan dikasih kram perut, jadi ada waktu lebih buat istirahat total, lumayan sih buat masa ko-as.
siapa tahu, dengan telah terjadinya sesuatu itu, ada alasan di baliknya.

so, yeah, basically everything happens for a reason.

gak setiap orang selalu diberi keberhasilan pada percobaan pertama. Kimi gak langsung jadi juara dunia saat dia pertama kali membalap di F1. ah, boro-boro juara dunia. naik podium aja enggak deh kayaknya. Vettel juga demikian.
Novak Djokovic juga gak langsung menang Australia Open.
bahkan Michael Owen, sampai sekarang dia sudah pensiun (kalau gak salah) belum pernah merasakan juara Champion League.

mungkin kita tidak akan segera menyadari alasannya. atau mungkin kita tidak akan pernah tahu alasannya.

you know, at least, He do.

karena kita hidup, butuh alasan. kadang fakta ini lalu diplesetkan, menjadi seperti ini:
karena cewek butuh alasan, makanya mau aja dikibulin dan memaafkan asal si cowok beralasan “cinta”

hahaha ya gak gitu juga kali ya.
semua orang butuh alasan. inilah salah satu yang membuat kita melakukan segala hal yang kita kerjakan saat ini. inilah yang menyebabkan segala sesuatu “ada”.

pusing sendiri, ya? :p

alasan dibuatnya setengah dari posting ini memang untuk membuat yang membaca pusing, kok :p hahaha

-aga-

Advertisements