berapa hari ini pikiran saya acakadut, gak enak, berputar-putar gak karuan, gak bisa fokus, tapi gak hampa juga. bukan. kalau dirangkum dalam satu kata bukan galau.

bingung!

yakin deh kalau kali ini saya bingung. ditambah embel-embel banget juga boleh deh.

apa yang ada di kepala dan di dalam hati sebetulnya tidak bertolak belakang, hanya…. tidak begitu sejalan.

 

*   *   *

 

masih ingat tidak dengan cerita-cerita saya tentang Tudgeman?

so last year, yeah?

yaaa, memang sudah tahun-tahun lalu kok. hahaha

anyway, some times ago, he sent me a text

gak yakin juga kapan, terasa sudah lama. dua bulan-an yang lalu, mungkin?

di dalam sms itu, dia menyampaikan bahwa…

he’s been with a girl

🙂

alhamdulillah, deh, Tudgeman. ikut senang buat kebahagiaan kamu.

tapi ada yang bikin aku kaget. ternyata Tudgeman’s girlfriend dan saya lahir pada tanggal yang sama.

hahahaha

such a coincidence

 

*   *   *

 

hm… saya gak akan bahas tentang si Tudgeman lebih jauh, kok. cuma butuh mereview singkat karena…

dulu Tudgeman pernah bilang yang kurang lebih begini

“are you a masochist?”

 

saya yang gak tahu apa artinya, langsung balik tanya. Tudgeman membalas, intinya, masochist itu suka merasa disakiti atau in state of being hurt.

 

yang jelas dulu saya menyangkal dengan keras. semacam… “ya nggak, lah, gak usah aneh-aneh deh ngatain orang.”

 

tapi kok belakangan ini saya jadi merasa… jangan-jangan Tudgeman benar.

i used to be hurt so frequent and i didn’t realize until it’s actually felt poignant

 

*   *   *

 

saya tahu, kejedug itu sakit. tapi saya gak sadar bahwa bekas kejedugnya sakit sampai akhirnya meninggalkan bekas memar membiru.

saya tahu, teriris pisau saat masak itu pedih. tapi pedihnya belum terasa sampai acara masaknya selesai.

saya juga tahu, ditusuk itu pasti nyeri banget. walaupun – alhamdulillah – tidak pernah kena luka tusuk, yakin deh itu nyeri banget.

dan saya juga tahu.

kena kutukan itu tidak enak.

 

*   *   *

 

sepertinya saya kena kutukan yang sama seperti 5 tahun yang lalu.

mungkin kutukan ini sudah menimpa saya jauh-jauh hari.

tapi seperti biasa, baru terasanya terlambat.

baru terasanya semalam.

itupun karena dipicu karena suatu hal.

 

*   *   *

 

would rather hurt than feeling nothing at all. that way i know i’m still a human.

 

-aga-

Advertisements