sesuai dengan judulnya, postingan kali ini akan bercerita tentang 2 hal 🙂

yeah, a lot of things going on along this weekend

FIRST STORY

hari sabtu kemarin akhirnya mau gak mau aku menyadari bahwa: serial TV House MD sudah tamat, serial TV Once Upon a Time Season 1 juga sudah selesai, daaaan serial TV Sherlock Season 3 baru akan tayang di tahun 2013. intinya:

time to move on, man

gak asik juga tiap hari mengulang-ulang House MD meskipun gak bosen juga, sih.

akhirnya, aku kembali ke kebiasaan awal dengan menonton film-film yang terlewat sangaaaat banyak sepanjang tahun ini. untuk malam itu, diputuskan yang aku tonton adalaaaah

Wrath of the Titans

Perseus

tenang, aku gak akan membahas aka me-review film ini karena toh sudah bisa ditebak kalian rata-rata sudah menonton film ini jauh lebih dulu dari aku. TAPI kalau boleh bilang sih, adegan di labirin nya terkesan dimudahkan. ada beberapa blank spot di labirin itu yang membuat aku agak gak puas.

anyway, tahu kan aku lagi berusaha – sangat keras – menyelesaikan satu cerita yang saat ini masih dalam proses dan gak selesai-selesai? 😥

nah di salah satu percakapan, muncul istilah superhero syndrome.

apakah maksudnya superhero syndrome?

istilah ini dimaksudkan pada kecenderungan seseorang untuk merasa harus menyelamatkan dunia, atau paling tidak merasa hanya dia satu-satunya yang bisa dan harus melakukannya.

kebanyakan tokoh pahlawan super yang ada di pilem-pilem mengidap kebiasaan seperti itu. yaa makanya aku kasih nama superhero syndrome 😀

namun, kalau ditilik dari tokoh Perseus yang notabene di cerita adalah putra dari dewa Zeus, Perseus malah berusaha sebisa mungkin untuk menghindar. dia seakan tidak menghiraukan kedudukannya sebagai putra Zeus. kalau bisa gak tarung, ya gak usah.

tapi toh akhirnya dia harus tarung juga karena dia diyakini hanya satu-satunya yang bisa.

kalau nih, kalau aku jadi Perseus, aku pasti sudah bertanya-tanya dalam hati.

“why, God, why??? why me???”

daan akhirnya Perseus pun masuk ke lingkaran superhero syndrome.jeng jeeeeng

yang ingin aku soroti di sini adalah…

begitu banyak orang di negara kita yang mengajukan diri untuk jadi pemimpin. tapi kok rasanya gak ada effort untuk terjangkit superhero syndrome. padahal mereka sudah tahu tugas mereka, tapi malah cenderung diselewengkan. gak kayak Perseus tuh.

yaaaa mungkin beda kasus, sih. tapi kalau di analogikan, ‘kan, seperti itu.

pathetic, huh? so sad.

dan ini adalah akhir cerita pertama 🙂

SECOND STORY

setelah nonton Wrath of the Titans, aku pun iseng-iseng buka Yahoo! Messenger. yaa gak iseng juga sih, soalnya diajak chatting sama mbak Ferli hahaha 😀

eh tiba-tiba ada yang meng-IM juga. siapakah dia???

jeng jeng jeeeeng

sohib saya yang bernama Arief Suharsono atau yang akrab dipanggil Arip ‘keceng’.

yeah, aku panggil dia keceng, dia panggil aku biting.

bersatu padu kita membentuk aliansi yang mengalahkan Mermaidman dan Bernacle Boy – yaaa kali -_- hahahaha 😀

kita temen dari SD loh. pas SMP gak satu sekolah sih. terus di SMA 3 tahun berturut-turut sekelas. tapi pas di kuliah, saya ke UGM, dia ke ITB. sejak saat itu kita belum pernah ngobrol secara langsung lagi alias face to face.

alhamdulillah wa syukurilah ada aplikasi yang bernama Yahoo! Messenger itu, sehingga kami lumayan sering chatting di situ.

jangan ditanya ngobrol apa, karena saking gak jelasnya kita terlalu sering menggunakan emoticons :)) dan =))

nah chatting yang kemarin malam itu adalah yang pertama sejak sekiaaaan lama gak chatting disebabkan ketidakcocokan waktu online dan kesibukan masing-masing. lebih sibuk si arip sih, dia mah kerja melulu. malam minggu pun kerja, cuy!

berikut adalah salah satu percakapan absurd kami berdua 😀

chatting saya dengan arip keceng

tuh, lihat betapa absurdnya kami berdua 😀

padahal itu cuma secuil chatting-an kami tadi malam.

bagaimanapun, mau seabsurd apa juga kami malam itu, aku menyempatkan diri untuk cerita satu dua hal sama dia. dan secara mengejutkan, ada satu quote oke yang keluar dari ketikan jarinya arip

“cinta itu memang seperti fortune cookie, kok, Ga 🙂 “

*hening*

jadi maksud arip cinta itu tebak-tebak berhadiah, gitu?

jadi maksud arip cinta itu untung-untungan, gitu?

sayangnya, kemudian quote itu tidak dilanjutkan dengan penjelasan karena habis itu kita berkonyol-konyol ria lagi :))

jadi, silakan diartikan sendiri 🙂

kalau menurutku sih, maksud dari kata-kata arip itu…

cinta masing-masing orang sudah tercipta, tapi menemukannya seperti mencoba-coba memotek fortune cookie. mungkin sering kali akan gak sesuai, tapi akan ada satu yang secara kebetulan sesuai dan cocok dengan diri kita. tinggal berapa kali aja kita berani untuk memotek fortune cookie itu. berapa kali kita berani untuk jatuh cinta dan menghadapi segala risikonya.

because in every crack, there’s a chance of light to get through 🙂

-aga-

Advertisements