as usual, setiap hari selasa, aku “part-time” jadi asisten biokimia. karena jadwal yang bertubrukan bruk bruk bruk, akhirnya tahun ajar kali ini, cuma kebagian memberi asistensi di shift ketiga.

 

suck? you bet.

 

nah, minggu lalu praktikum biokimia dimulai. aku menjalankan tugas pertama sebagai single fighter menangani sekitar 11-12 orang mahasiswa angkatan pertama yang masih unyu-unyu, di kelompok 5. entah harus bilang beruntung atau sedikit sial, di kelompok itu ada 2 mahasiswa luar negeri. satu cowok, namanya Mike, dan satu cewek, namanya…. oh shoot aku lupa hahaha

 

sebelum praktikum dimulai, diadakan pretes. nah, di region yang aku jaga, tiba-tiba terdengar bunyi ringtone Scott Pilgrim seperti ini

langsung aku tanya. “itu Scott Pilgrim-nya siapa?”

hening.

 

setelah pretes selesai, sembari mengambili kertas pre tes, aku bertanya lagi. “hayo, itu tadi Scott Pilgrim-nya siapa?”

eh ternyata, punya adek mahasiswi kelompok 5 dari luar negeri itu!

dia nyengir malu, sambil minta maaf.

 

terus pas ngecek laporan, ternyata laporan dari kelompok 5 kurang satu, yaitu punya Mike. padahal kan minggu lalu dia ikut praktikum. kata temen-temen sekelompoknya sih emang si Mike gak masuk kuliah sejak pagi. okelah, akhirnya aku minta mereka untuk kasih tau Mike untuk hubungi aku perihal pengumpulan laporannya.

 

seusai praktikum, si adek mahasiswi mendekati aku yang bertugas di kelompok sebelah, kelompok 4 – ada adek cowok unyu banget panggilannya Emon. dia sambil bawa Blackberry dia di tangan. terus dia tanya.

 

“ehm, Mbak, mau ringtone Scott Pilgrim-nya? ini bisa saya kirimkan.”

aku agak kaget dan sambil ngikik dalam hati.

“oh, enggak usah, Dek. sudah punya kok…”

“oh, gitu, Mbak? anu, maaf tadi bunyi, saya lupa belum ganti ke silent.”

dalam hati, aku jadi trenyuh juga. jangan-jangan selama asistensi dari Paksi dan Ryan si adek ini gak konsen gara-gara insiden Scott Pilgrim bunyi.

“iya, gak pa-pa kok, Dek. lain kali jangan lupa, ya..”

“iya, Mbak…”

 

nah, udah kan, terus baru sampai rumah dengan hadiah dua bundel laporan SUPER TEBEL yang mesti dikoreksi –> lihat deh fotonya http://t.co/ndIilnvw, terus tiba-tiba ponsel bergetar. kirain jarkom atau apa gitu ya, ternyata si Mike yang sms.

wew cepet juga anak ini nge responnya. dan yang bikin heran lagi, bahasa yang dia gunakan termasuknya lebih sopan daripada anak seangkatannya yang berasal dari Indonesia. hahahaaha. entah terkendala bahasa atau gimana, tapi yang jelas aku cukup heran. dan salut.

dia bilang dia gak masuk karena sakit, dan langsung tanya perihal mengumpulkan laporannya bisa ketemu aku besok jam berapa dan di mana. aku bales dan sekalian tanya dia sakit apa. kalau besok belum sembuh dan belum bisa masuk kelas, aku bilang nanti bisa diatur lagi. jawaban Mike:

“Mike sakit demam sama flu bak. jangan kuatir, besok Mike pasti udah sembuh. jumpa besok bak. Makasih :)”

 

ooooaaaaah serius deh itu sopan banget :’)

 

yeah mungkin bagi sebagian besar orang hal-hal ini gak ada apa-apanya. namun buatku, kejadian-kejadian kecil yang bisa membuat tersenyum adalah awal untuk menghargai ketika nantinya akan terjadi kejadian besar yang membuat hatiku membuncah bahagia 🙂

 

-aga-

Advertisements