hauf, walaupun ada satu SKS mata kuliah yang belum keluar – Ilmu Penyakit Kulit Kelamin – paling gak sekarang aku bisa mengatakan:

 

alhamdulillah, semester 5 sudah terlewati dengan selamat! πŸ™‚ yeehaw~

 

sejauh ini sih judulnya liburan, tapi….

setiap hari masih aja ke kampus -___- liburan macam apa ya ini?

 

minggu ini adalah minggu remedial. untungnya aku lolos dari jeratan tiga-puluh-ribu-per-mata-kuliah ini. sayangnya gak sedikit juga teman-teman yang harus ikut remed. jadi gak enak kalau mau ngajak jalan-jalan, ke pantai, atau sekadar karaoke 😦

padahal pengen banget nih karaoke – kayak setiap hari gak bikin bumi gonjang ganjing aja di kamar mandi.

 

anyway, kalau pas karaoke, keseringan aku – mungkin teman-teman juga – memilih lagu yang sekiranya bisa dijangkau dengan suara kita. misalnya… Backstreet Boys. aman lah itu hahaha πŸ˜€

kalau sedang iseng, yaah Katy Perry bisa lah dicoba dengan suara tercekik dan diakhiri dengan ketawa cekikikan betapa hancurnya lagu Katy Perry tadi πŸ˜€

 

namanya aja zona aman.

nothing to lose. no one’s harmed.

pada umumnya, perempuan lebih suka berada di zona aman. mengapa? entah. namun, kalau menurutku, dengan berada di zona aman, gak ada yang perlu dikhawatirkan dan gak perlu ragu dengan pilihan kita karena toh apapun yang kita lakukan gak akan merugikan siapa-siapa.

 

ada sebuah bangunan dengan lima lantai. katakanlah kita terbiasa menggunakan kamar mandi di lantai satu. kalau gak terdesak sekali, mau di lantai berapapun, kita pasti menuju lantai satu. mengapa?

karena sudah biasa. sudah tahu situasinya. sudah nyaman.

 

kuliah sampai sore. kantin sudah tutup, perut meronta-ronta. kalau aku sih, paling gampang pergi ke restoran cepat saji sebangsa McD atau KFC. mengapa?

aku sudah hafal menu yang aku pesan. aku sudah tahu rasanya. aku gak akan kecewa dengan apa yang akan aku makan di tengah kondisi super kelaparan. nyaman.

 

dengan alasan kenyamanan inilah mungkin sebagian dari perempuan merasa susah untuk move on. sekalipun nantinya akan kecewa – dengan menggunakan kata nantinya, sudah terprediksi akan merasakannya.

gak peduli dengan akhir yang menyedihkan, terjebak dengan siklus yang sama. dan entah mengapa kadang terasa oke-oke aja. mengapa?

karena somehow, sudah terasa nyaman denganya.

 

kalau dipikir-pikir zona aman itu malah membahayakan daripada menyamankan, ya?

 

-aga-

Advertisements