aloha semuanya, selamat malam, selamat pagi, selamat siang di manapun, kapanpun kala kalian terpaksa membaca sepotong tulisan ini karena gak ada bacaan lain. beh, desperate amat -__-

 

berapa hari ini rasanya adaa aja yang salah dengan jalan kehidupanku. bukan berarti biasanya lancar jaya tanpa hambatan sih, tapi…

lately, my life is so messed up.

messed up itu sudah bagus sekali. ada saatnya aku merasa kacau balau seperti catastrophe. mood acak-acakan. kerjaan gak ada yang beres. dan semuanya selalu berakhir dengan PENYESALAN. eaargh

 

well, mungkin aku adalah salah satu anomali ketika berhubungan dengan makanan.

tahukah kalian, bahwa selera makanku berbanding terbalik dengan ketersediaan makanan di rumah?

waktu makanan berlimpah ruah, beraneka ragam, aku justru maaales banget mau makan. kalau gak hampir pingsan, gak makan aja deh. gak ada selera banget banget banget.

eh waktu dapur, kulkas, lemari kosong blong, aku justru clingak clinguk mencari apaa yang bisa dimamah.

 

terus, terus, aku bisa jadi sangat kelaparan sampai merengek-rengek buruan beli makanan, tapi…

begitu makanan datang, 5 suap saja sudah membuatku kenyang.

 

contradictory, yes, that is exactly how to describe myself.

 

sepertinya gak afdol gitu yah kalau bukan merupakan suatu kontradiksi -__-

 

eniwei. entah sejak kapan, tapi aku jadi gak suka berharap terlalu banyak dari suatu hal yang aku kerjakan. aku jadi terkesan acuh semacam, “ya, gampang lah…” atau “oh… oke, nanti sambil dilihat-lihat lagi…” sampai “ya udah sih…”

 

habis gimana ya. jujur, aku ingin sekali hal-hal yang aku kerjakan ini bisa berjalan dengan lancar. namun, aku sadar ada banyak faktor yang mempengaruhi kelancaran hal-hal itu. salah satunya adalah orang-orang yang bekerja sama dengan kita.

 

human. they have feelings. they have brains. they are not robots.

 

manusia itu jelas-jelas bukan benda yang bisa kita atur seenak jidat, disuruh-suruh, bahkan diprogram sesuai keinginan kita. paling pol se-pol-polnya gas pol, kita cuma bisa minta tolong dan last thing to do…

 

menunggu dan berharap mereka mau dan bisa menolong sesuai keinginan kita.

 

you know what, i’m sick of waiting.

 

jadilah muncul attitude, “ya udahlah…”; “gampang deh, nanti…”

kalau kalian tahu sikap dan pikiran cewek, tanggapan-tanggapan itu bukanlah makna denotasi. makna denotasinya tersimpan jauuuh di dalam lubuk hati.

seperti film Lizzie McGuire yang diselingi dengan animasi sebagai alter ego nya. yeah, kurang lebih begitulah pikiran cewek.

 

aku ingin semuanya berjalan lancar. (who doesn’t, duh?)

dan aku ingin semua lancar tanpa harus mengecewakan, atau dikecewakan.

 

-aga-

Advertisements