baru-baru ini aku suka banget ngikuti timeline nya @LaughBook di Twitter. awalnya sih cuma lihat si Reina suka banget nge-retweet. eh setelah dibaca-baca ternyata lucu juga.

 

kadang suka amazed sendiri ternyata orang luar negeri juga bisa ngalamin hal yang sama kayak kita di Indonesia. yah lebih lengkapnya lihat sendiri aja yah 😉

 

anyway, ada satu tweet hari ini yang cukup dalam dari @Laughbook, yaitu:

 

Keep your words tasteful, you may have to eat them later.

 

nah, nyambung dari kata-kata itu, aku jadi ingat satu postinganku sendiri beberapa waktu yang lalu. ehm… mungkin pertanyaan setelah kalimat ini terkesan banyak banget yang baca tetek bengek di apa-yang-biasa-aku-sebut-blog ini.

 

ingat apa yang aku tulis di postingan berjudul “status quo“?

 

meng-quote tulisan sendiri – sumpah narsis banget aku ini -__- :

 

status quo is like hanging by an old rope on a brink

tidak ingin dilepaskan, tapi tidak cukup kuat untuk dipertahankan.

 

you know what, i was so right

 

status quo itu capek. ngeselin. melelahkan.

status quo itu benar-benar melelahkan, man and woman.

 

tapi kembali lagi, status ini rasanya terlalu dalam untuk dilepaskan, tapi terlalu dangkal untuk dipertahankan.

ngambang.

ini kali ya rasanya pas Melly Goeslow bikin lagu ‘Gantung’ -__-

 

the way you can’t bear the suspicious feeling

the way you’re confused when you can’t answer questions people asked.

the way you don’t know how to tell the person.

the way you want to stop this but at the same time not to.

the way you’re so exhausted but something in your mind telling you not to be.

 

-aga-

Advertisements