serius, minggu ini adalah minggu paling parah yang rasa-rasanya pernah aku alami.

baru saja selesai UTS, senin sudah harus presentasi+makalah juga. belum lagi di hari senin itu ada kejadian yang buat aku ngambek dan mutung SEMINGGU PENUH sama orang(-orang) yang bersangkutan. kombinasi makalah+presentasi+praktikum terus menghantui. sampai pada suatu malam yang sebenarnya gak ada kerjaan, malah bingung dan resah, jangan-jangan ada tugas tapi aku gak tahu.

capek? kayak hampir pingsan di tengah jalan.

banyak pikiran? sampai otak meluber ke telinga.

pengen tidur? BANGET.

hari kamis sebenarnya aku bisa pulang cepat karena toh kuliah selesai jam 1. tapi ternyata ada rapat jam 4 sore -_____-

akhirnya nongkronglah aku, reina, dan ratna di depan perpustakaan, ndelosor-ndelosoran, cekakak-cekikikan, seakan-akan gak ada kerjaan.

ndelosor itu bahasa indonesianya adalah duduk di lantai dengan berbagai gaya pokoknya nyaman 😀

nah suatu saat pas aku lagi tidur-tiduran di pangkuannya Ratna #eeaa, gak tahu tepatnya gimana, atau bisa dibilang aku lupa, si Reina dan Ratna mulai membombardirku dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatku menyadari banyak hal yang bahkan aku sendiri gak sadar

 

you know, that sometimes words that spoken weren’t always the ones that we thought of very hard, they’re just spontaneously out

 

sepertinya sih mulai dari cerita betapa awkwardnya hubungan dua orang jadinya kalau mereka gagal dalam sebuah hubungan.

yeah, kinda like my story(ies) -_-

aku gak mau ada teman-teman sekalian yang jadi super canggung, aneh, dan gak bisa berteman lagi sama seseorang yang pernah mencoba untuk menjalin sebuah hubungan lebih dari teman.

bagaimana cara menghindarinya, aku sendiri belum tahu karena toh sampai sekarang aku masih mengusahakannya -__-

and it is uber hard!

 

dari luar sih sepertinya sudah gak ada apa-apa. tapi percaya deh, mau mulai bicara itu rasanya susaaaaaah banget 😦

 

terus gak tahu kenapa mendadak Reina tanya.

“gimana sih caranya kita tau bahwa seseorang itu jodoh kita?”

 

you know what, little sist, no one would know the answer

 

kalau bisa diukur lewat suatu bukti, mungkin pernikahan adalah bukti terdekat untuk meyakinkan bahwa seseorang adalah jodoh kita. but then, coba kita lihat, gak sedikit pula orang-orang yang cerai. jangankan Kim Kardashian, ustad-ustad ngetop itu juga mengalami yang namanya cerai.

 

belum lagi unrecruited love(s). berapa banyak cewek dan cowok yang saling mencintai tapi terpaksa gak bisa menikah atas berbagai alasan? siapa yang tahun bahwa sebenarnya jodohnya adalah orang yang mereka tinggalkan?

 

no one would know but God

yeah, i wish our fate could be Googled, too, dear fellows

 

kemudiaaaan, obrolan berlanjut ke… well it’s harder to tell.

 

oke, aku ubah ceritanya menjadi begini.

Reina dan Ratna bertanya-tanya tentang cowok. tentang perilaku, sikap, dan yah intinya kita mencoba berspekulasi tentang cowok.

 

entah tebakanku benar atau enggak, aku coba saja menjelaskan beberapaa kondisi cowok yang Reina dan Ratna tanyakan.

ada contohnya si X, yang kesannya minder-an banget. padahal dia pintar. tapi kerjaannya dikit-dikit ngeluh. belum-belum udah mikir yang susah-susah.  goodloking atau engga itu relatif, ya. pada dasarnya semua cowok itu tercipta ganteng kok 😉

menurutku, cowok tipe begini gak sadar dengan potensi yang dia miliki. dia benar-benar buta akan potensi yang dia punya sebagai seorang LAKI-LAKI.

 

wahai cowok-cowok di seluruh penjuru dunia, sadarlah bahwa berapa kerasnya cewek berusaha mendekati kalian, toh pada akhirnya KALIAN yang menentukan.

cewek single boleh menghibur diri dengan kata-kata “kita gak jomblo, kita sebenarnya sedang memilih” atau “kita sebenarnya reserved untuk seseorang di luar sana”

 

oke, itu mungkin bener.

afterall kasarannya, itu semua cuma penghiburan diri.

kita gak mungkin mengubah nasib kita yang single cuma dengan duduk manis aja. pastilah usaha-usaha dikit.

tapi toh akhirnya keputusan diambil di tangan cowok.

 

masih menurutku lagi, seorang cowok tuh kalau sudah naksir cewek, 80% lah kalau si cowok nembak bakal diterima. cewek mana sih yang gak suka ditaksir cowok? –> gamblangnya gitu.

 

yah, hal itu mungkin masih dipengaruhi banyak hal. termasuk dengan trauma dan keadaan di masa lalu.

tapi intinya, dear cowok-cowok, kalian itu seperti Superhero yang masih dalam bentuk penyamaran.

kalian itu seperti Hal Jordan yang belum dapat cincin dari Abin Sur yang kemudian mengubahnya jadi Green Lantern.

kalian itu seperti Peter Parker yang belum tergigit laba-laba teradiasi yang akan mentransformasikan kalian jadi Spiderman.

kalian itu seperti Charles Xavier yang sebelum diperankan James McAvoy imej nya cuma kakek-kakek botak di atas kursi roda #eh

 

intinya, kalian para cowok itu punya potensi yang BESAR banget!

gak usah lah pakai acara minder-minderan 😉

 

hm… yah mungkin itu sih yang bisa aku tulis. ada beberapa hal personal yang mungkin lebih baik tidak diumbar-umbar HUAHAHAHAHA kata-katanya berasa artis aja 😀

 

some words are better left unspoken. some memories are better left unrewound. and some loves are better left unrecruited.

 

-aga-

Advertisements