aku gak suka Blackberry.

 

bukan karena apa-apa, mungkin cuma karena bentuknnya monoton dan obsesiku memiliki iPhone sehingga jadi antipati gini sama BB. eits, walaupun gitu, aku suka tuh mainan yang ada di BB yang namanya Word Mole.

secara aku gak punya BB, jadi mainnya pakai BB nya Reina hahaha. jadi high scorer terus, mameeeen – ya iyalah, secara si Reina gak pernah main game itu πŸ˜›

 

paling suka kalau pas dapet bonus huruf. tapi gak sukanya, kalau bonus hurufnya pas kedapetan huruf yang aneh seperti V atau Q. nah kalau Q dan huruf-hurufnya memungkinkan, aku biasanya membentuk kata QUILL. kalau gak memungkinkan, aku membentuk kata…

 

QUO

 

QUO sendiri diambil dari bahasa latin, yang kalau diterjemahkan bisa jadi what, which, who, where. sehingga kusimpulkan sendiri bahwa QUO adalah kata bantu.

 

ngomong-ngomong QUO, jadi ingat pelajaran SMA dan lagu High School Musical. di pelajaran PPKN, ada kondisi bernama Status Quo. dan di High School Musical 1, ada lagu berjudul Stick to the Status Quo.

 

menurut wikipedia:

STATUS QUO: literally “the state in which” – is a Latin term meaning the current or existing state of affairs. To maintain the status quo is to keep the things the way they presently are.

 

secara garis besar, Status Quo adalah mempertahankan apa yang ada karena dianggap sudah cukup baik.

 

kalau contoh di PPKN sih biasanya tentang sistem pemerintahan gitu yah. aku gak begitu tertarik di bidang kenegaraan karena…

mbulet.

mikir kuliah aja udah pusing, pakai mikir negara pula, tambah gak karuan πŸ˜›

 

contoh kongkretnya Status Quo di kehidupan kita?

 

not gonna say i’m melancholy but it’s true

 

terkadang mempertahankan apa yang kita jalani terasa lebih baik daripada membawanya ke tingkat selanjutnya.

 

pernah dong naksir orang.

nah, pertanyaannya, begitu kalian dekat dengan orang itu, begitu kalian bisa berkomunikasi dengan lancar dengannya, begitu kalian bisa bersentuhan sedikit dengan sisi terdalam darinya…

pernahkah kalian merasa “sudah, ini cudah cukup,” dan merasa takut untuk melanjutkannya lebih jauh karena khawatir semua hal yang sudah dilakukan itu akan hancur sehingga keadaan jadi uber awkward dan kemungkinan terburuk adalah…

kita putus komunikasi sama sekali dengan orang itu.

 

i am. i am afraid of that.

 

yah, mungkin karena ada ‘trauma’ kecil yang menghantam. namun, siapa sih orang bodoh yang mau menghancurkan sebuah hubungan yang baik?

 

ya, ya, kalau menuruti nafsu, kita semua juga ingin naik level. kalau bisa juga naik terus sampai ke aisle atau pelaminan πŸ˜›

namun sebagai seorang cewek, rasanya selalu ada kekhawatiran akan putus kontak itu.

 

however, status quo is like hanging by an old rope on a brink

 

tidak ingin dilepaskan, tapi tidak cukup kuat untuk dipertahankan.

 

ironic, isn’t it? *sad smile 😦

well, that’s our choice anyway. when you’re ready to break the rule, break the status quo. take the consequences, whatever it takes πŸ™‚

 

-aga-

Advertisements