entah karena PMS atau memang bawaan dari kecil, aku gak suka banget ada di tengah-tengah kondisi riuh rendah di mana aku sendiri diam.

 

berpikir dua kali, siapa juga ya yang suka jatuh dalam kondisi itu?

 

eits, tunggu. maksudku adalah kondisi riuh rendah skala kecil, bukan yang besar. kalau kegaduhan kelas, stadion, atau pawai aku masih oke. mengapa? karena gaduhnya skala besar. dalam kondisi itu semua suara terdengar sepintas. blur.

 

tapi kalau sudah di dalam mobil, cuma ada lima orang, misalnya, dan aku sendirian yang gak paham jalan obrolannya atau terlalu sungkan untuk ikut campur, dan mereka semua bicara dengan meledak-ledak sehingga aku juga gak berani pasang headset (salah-salah malah kupingku yang meledak)…

 

i really wanna scream out loud.

 

aku ingin bilang, “gak bisa ngomong pelan-pelan, ya?!”

 

hal seperti ini sering terjadi di rumah selama beberapa bulan nganggur (baca=liburan). papa yang memang orangnya keras dan lumayan gak sabaran serta keras kepala juga jarang menerima pendapat orang lain, sering banget langsung membantah apa yang dilontarkan mama. tapi karena mama sendiri belum paham dan menanyakannya, jawaban papa selalu diucapkan dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya. hal ini bisa terjadi dalam beberapa tingkatan sehingga aku harap kalian tahu betapa kerasnya suara papa dan ama berargumen.

 

kalau sudah gak tahan, biasanya aku langsung menyela, “sudah, sudah, ayo ganti topik.”

 

dan mereka pun berhenti.

 

namun gak jarang hal itu berulang dalam beberapa menit kemudian. dengan topik yang berbeda.

 

AAARGH.

 

dari sini aku berpikir.

 

apa dengan selalu mengemukakan, melakukan, mengerjakan semua yang kita rasa benar itu merupakan suatu “kebaikan”?

 

jika dalam suatu forum, selalu satu orang saja yang bicara, walaupun memang yang ia katakan itu benar…

 

apa itu masih disebut “kebaikan”?

 

jika kita hanya diam, apa ini berarti “tidak baik”?

 

mengerjakan semua yang benar itu memang “kebaikan”.

tapi

bukankah memberi kesempatan orang lain mengerjakan “kebaikan” itu juga bentuk dari kebaikan”?

 

-aga-

Advertisements