pertama, kalau kalian tahu aku seringkali sarkastik, kalian gak akan membaca judul posting kali ini dengan nada senang. jadi…

 

well, i’m definitely not a shopaholic.

 

hm… oke, sebenarnya tergantung, sih, barang apa yang mau dibelanjai. kalau menyangkut coklat, YAAW i love chocolate!

 

belakangan aku lagi suka sama coklat ini:

gak begitu manis, tapi justru itu yang bikin gak bosen πŸ™‚

 

anyway, sekitar seminggu yang lalu, mama memulai ceramah panjang lebar tentang bagaimana aku-tidak-memiliki- sandal-yang-pantas-untuk-dipakai-saat-lebaran dan dilanjutkan dengan kenapa-aku-gak-beli-sepatu-atau-sandal-sendiri kemudian masih saja dilanjutkan dengan coba-aku-sekali-sekali-pakai-sepatu-atau-sandal-yang-lebih-feminin.

 

oh my God, those were annoying.

 

akhirnya sabtu kemarin aku memutuskan untuk melakukan observasi bersama mbak gaul, gita rulianti aka gitaemon untuk melihat-lihat sandal (diskonan) di Malioboro Mall. dan kebetulan sekali memang sebagian besar toko tengah mengadakan diskon lebaran.

 

di tengah kegiatan (window)shopping tersebut, sambil nyoba-nyoba sepatu yang harganya mahal dan gahul secara gak mungkin kebeli dengan uang dari dompet sendiri, ternyata gita juga pernah mengalami hal yang sama tentang ceramah-sandal-feminin-yang-semestinya-bisa-beli-sendiri-yang-super-panjang oleh ibundanya.

 

wow.

 

okay, now let’s move on to what happened this afternoon.

 

hasil dari jalan-jalan bersama gita adalah beberapa sandal incaran yang tinggal menunggu acc dari mama, dan obrolan super panjaaaang di disc tarra.

 

akhirnya, tadi siang, hari kamis tanggal 25 agustus 2011, aku dan mama keluar untuk melihat si sandal. dan…

 

dang it, that annoying conversation was (un)suprisingly repeated

 

di dalam mobil, lagi-lagi ceramah apa-salahnya-dengan-sandal-dengan-hak-tinggi-toh-gak-akan-kelihatan-kalau-ketutupan-celana atau sebangsanya terdengar lagi.

 

dan sekarang kalian tahu alasannya aku gak suka belanja.

 

begitu aku suka sepsang sepatu, katakanlah Converse, meskipun ada diskon 70%, kalau aku beli sepatu itu dan aku bawa pulang dan kutunjukkan pada mama, dengan alis terangkat, kurang lebih anggapannya seperti ini: “ya ampun, cari sepatu yang lebih cewek, dong. masak nanti kalau sudah co-as tetep mau pakai Converse? coba beli sepatu yang hak tinggi, bla bla bla…”

 

nah, di lain waktu, ada sepatu boot – dan yeah aku tergila-gila sama sepatu boot – ada hak nya sedikit, dan begitu aku tunjukkan, lagi-lagi alis mama akan naik dan begini ucapannya: “itu kan bukan sepatu yang bisa dipakai sehari-hari, beli yang biasa aja kenapa?”

 

IT SERIOUSLY DRIVES ME CRAZY

 

mama ingin aku belanja sendiri, tapi kalau apa yangΒ  aku suka dan apa yang aku mau gak pernah cocok sama selera beliau, sama aja, kan?

 

really. shopping. oooh joy.

 

-aga-

Advertisements