soooooo as usual, kalau ada waktu luang aku suka menghabiskan waktu di toko buku. bukannya kutu buku atau kerajinan nyari text book untuk kuliah, tapi lebih karena suka aja lihat buku-buku berderet dan bikin ngiler secara di dompet lebih banyak struk bekas daripada lembaran uang atau mencoba satu per satu ballpoint warna di bagian stationary.

dulu, seiring dengan berjalannya serial Harry Potter karangan J.K. Rowling, aku juga mengumpulkan novel fiksi karangan Darren O’Saughnessy atau yang lebih dikenal dengan nama Darren Shan.

novel Darren Shan ini juga merupakan serial. di serial pertamanya, seri Vampir, ada 12 volume tapi gak setebal novel Harry Potter. setiap volume paling ‘cuma’ sekitar 100 halaman. yah walaupun tipis, tapiiiiii ceritanya mantaaaap!

ah forget about blinglicious Edward Cullen vampire. Darren Shan is a way more awesome vampire!

meskipun tipis, tapi dalam setiap edisi kita bisa dibawa sedih, senang, deg-deg-an, in other words, komplit.

dan ke-12 novel itu pun tamat. aku menyayangkan sekali kalau pengarang sekeren Darren Shan gak menghasilkan karya lain. searching punya searching, ternyata memang Darren Shan membuat serial baru. kali ini namanya serial Demonata.

3 judul pertamanya adalah Lord Loss, Demon Thief, dan Slawter. Setelah lamaaa menunggu, akhirnya minggu lalu ketika aku mengetik nama Darren Shan di komputer data base toko buku ‘G’, jejeeeng

keluarlah buku ke-4 Demonata. Bec.

woohoo i can’t tell you how excited i was!

sayangnya…

saat itu toko buku ini sedang menata ulang buku-bukunya. rak-rak baru berdatangan. letak novel, komik, dan lainnya sudah berbeda dari yang aku ingat. mana di komputer gak tertera lokasi dari buku Bec ini.

mencari berdasarkan intuisi, yang ketemu malah buku ke-2 nya. ini mah aku udah punya… cari-cari lagi… bongkar sana sini… gak ketemu juga. minta tolong sama mas-mas nya juga gak ketemu, aku malah disuruh ke front office. di front office malah disuruh ninggal nomer, katanya mau di sms kalau sudah ketemu.

nyatanya… gak ada sms masuk. sial, padahal aku udah penasaran banget.

akhirnya tadi siang aku sama Sari ke toko buku ini, secara ada waktu nganggur yang lumayan lama.

kejadian aku mencari Bec pun berulang. cari di komputer, ada stok 18 biji, tapi gak ada lokasinya. tanya mbak-mas nya, mereka malah judes banget (bikin dongkol gak sih). ke front office, lah aku akhirnya.

aku: maaf mas, minggu lalu saya ninggal nomer buat dicarikan buku judulnya Bec. B – E – C. tapi belum di sms juga.

masnya: (tampang sok tau) oh kalau gitu memang bukunya belum ada

aku: (ngambek) tapi di komputernya itu sudah ada 18 biji mas! *dalem hati, emangnya sini segitu gobloknya ya mas

masnya: *ngetik* oh iya, ada 18 stok.

aku: *dalam hati, tuh!!!!*

akhirnya dikirimlah beberapa orang untuk nyari buku satu ini. aku mengikuti dari belakang, mengawasi mereka. hohoho

sambil nunggu, aku berdiri di depan rak, mengambil sebuah buku, judulnya Drakula. ini buku tampilannya serem banget. cover hitam, pinggiran kertasnya warna merah. terus aku kasih lihat ke Sari. orang-orang toko buku masih mencari buku Bec ini.

nah, aku masih di depan rak ini kan. terus aku bilang ke Sari. “Eh sar, ini buku layout covernya niru-niru Darren Shan, deh.” Aku menunjuk ke salah satu buku. lalu aku mengedarkan pandangan ke sebelah-sebelahnya, daaaaan

TARAAAAAAA di sanalah ada setumpuk buku berjudul Bec berada!!!!!!!!

covernya ngeri ya? *ya iyalah Demonata kan artinya iblis

dan dengan penuh kemenangan aku bilang sama tim pencari Bec yang berada jauh dari rak itu, “mas, udah ketemu!”

mhuahahahah ketauan kan kalau mereka cuma asal ramah, katanya mau nyariin tapi toh akhirnya buku itu aku sendiri yang menemukan *evil grin*

keceplosan, aku bilang sama Sari, jodoh emang gak kemana, ya”

yah kalau dipikir, jodoh itu seperti mencari buku yang sangat kita inginkan.

dari ribuan buku yang ada, yang diandaikan sebagai cowok/cewek, yang benar-benar kita dambakan hanya satu.

pencariannya butuh kesabaran, ketelitian, dan pada akhirnya, keberuntungan πŸ™‚

orang lain cuma bisa membantu mencarikan, tapi toh pada akhirnya kita yang menentukan.

ah, this is exactly why i love book store. it really gives me something to learn πŸ™‚

-aga-

Advertisements