pernah coba narkoba?

aku harap semua yang baca pertanyaan tadi akan bilang sambil teriak, “YA ENGGA LAH, GILA APA?!”

hahaha iya iya santai men, aku juga gak pernah πŸ™‚

setahuku, NAZA (narkoba dan zat adiktif) pada mulanya ditemukan dan dikembangkan sebagai obat bius saat akan melakukan operasi. yah semacam anestesi gitu kali ya, aku belum belajar farmako sampai mendetail.

sayangnya, akhirnya NAZA ini disalahgunakan karena dosis kecilnya bisa membuat mengurangi rasa cemas pemakainya. pokoknya seperti yang dikatakan orang-orang. jadi fly…

dan kalian tahu gak, apa langkah pertama yang orang sakau lakukan kalau dia kehabisan narkoba? dia bakal ambil pisau, dan menyayatkannya di pergelangan tangannya, dan…

meminum darahnya sendiri

.just like a vampire, right?

mengapa jadi minum darah sendiri? karena eh karena, narkoba yang selama ini dikonsumsi akan mengendap dalam darah si pemakai. maka, cara termudah untuk mendapatkan narkoba saat ‘genting’ adalah meminum darahnya sendiri.

hiii nakutin banget.

anyway, mengapa disebut zat adiktif sendiri itu karena pemakaian narkoba menyebabkan kecanduan.

hm… kayaknya gak perlu narkoba juga ada banyak hal yang membuatku kecanduan. misalnya… oh, Pizza.

yeah, i’m a Pizza-eater.

bukan berarti terus setiap hari makan Pizza, bangkrut aku. paling gak satu bulan harus makan lah.

oh, tunggu ada sua hal lagi yang lebih adiktif daripada Pizza. kopi dan coklat.

kopi dan coklat itu selain enak, juga bisa mengurangi stres. itu sebabnya aku suka sekali. bahkan ada banyak macam kopi di lemari makanan di rumah. mochaccinno, capuccinno, original, vanilla latte, dan sebagainya.

sebenarnya, kalau aku mau, aku bisa melepaskan ketergantunganku pada Pizza, kopi, dan coklat. caranya cukup gampang, kok.

makan dan minum aja setiap hari. pasti bosan. pasti muak. dan pasti kapok.

sayangnya, aku menyadari hal itu, karenanya, aku gak minum kopi setiap hari. aku memborong coklat hanya ketika ada tugas atau akan ujian saja di mana aku yakin aku bakal stres. dan seperti yang aku bilang di atas, aku beli Pizza hanya kalau ada uang aja.

itu sebabnya mereka tetap menjadi hal yang adiktif buatku.

mungkin berlaku juga untuk Iceman, ya.

ya, ya, ya, aku heran kenapa jadi balik lagi ke Iceman. kenapa gak ke orang lain. kenapa harus dia.

maybe it’s because i loved him secretly and kept the feeling deeper and deeper and deeper.

aku gak pernah benar-benar bisa melupakan Iceman. walaupun sebetulnya gampang sekali, secara kami terbentang puluhan bahkan ratusan kilometer. secara bahkan di facebook pun kita hampir gak pernah kontak. secara aku sudah gak tahu hidupnya di sana bagaimana.

aku sudah bilang, untuk melepas ketergantungan terhadap kopi dll itu dengan cara minum sampai bosan.

berarti untuk melepaskan Iceman, aku hanya butuh untuk mencintai dia sampai aku lelah. yah ide ini awalnya tercetus dari Sari, sudah cukup lama sih.

namun aku gak kunjung bisa berhenti. Iceman tetap suatu hal yang adiktif buatku. kok bisa?karena kembali lagi aku yang membuat diriku sebisa mungkin untuk gak bosan mencintai dia. aku lelah, iya. aku capek, iya. aku kesal, IYA.

namun karena jarak ini, aku gak bisa terus-terusan mempermasalahkannya. saat aku merenung, eh balik lagi ke Iceman.karena kuliah, aku gak punya waktu untuk merisaukan Iceman. saat longgar begini, masuklah Iceman ke pikiranku lagi.

haaah, heran.

Because i don’t love him that much, it makes me love him more and more and more…

-aga-

Advertisements