alhamdulillah.

 

sore ini aku sudah gak se-bad-mood kemarin di mana setiap hal kecilnya bisa jadi katalis kemurunganku. rasanya kemarin mau marah-marah aja. eh, nyatanya malah nangis, berakibat hidung mampet, sampai tertidur. dan keesokan harinya….

 

jeng jeeeng, kalian bisa lihat di kampus betapa bengkaknya kelopak mataku. dan sampai aku ngetik postingan ini, masih ada bengkaknya sedikit. itulah sebabnya seharian ini kacamata aku pakai walaupun gak di kelas. kamuflase… hahahaha

 

anyway… hari ini cukup melelahkan.

 

well, at least my feet say so since they’re so damn wearying

 

tapi aku senang hari ini berjalan dengan cukup baik. memang, aku kuliah dari jam 7 pagi dan pulang jam 5.Β  memang, kelompokku gak jadi diskusi dengan dosen. memang, ketentuan laporan yang diberikan asisten Radiologi Dental lumayan berat. dan memang, aku gak bisa menjaga shift 1 praktikum biokimia padahal aku penanggung jawab bab pertama praktikum itu.

 

mungkin aku hanya merasa lega hari ini berakhir sehingga semuanya terasa menyenangkan πŸ™‚

 

ngomong-omong, sewaktu sampai rumah tadi, dengan kondisi kehujanan, aku sadar aku belum melepas jas asisten biokimia yang aku kenakan. seakan flash back, aku ingat saat aku masih jadi praktikan setahun yang lalu, di tengah-tengah pre test di awal praktikum, aku memendam keinginan yang sangaaaat besar untuk memakai jas asisten berwarna putih-ungu itu. sekarang, aku berada dalam balutan baju itu πŸ™‚

 

mundur cukup jauh lagi, aku ingat obrolanku dengan seorang teman SMA via Facebook. namanya Gigih. tapi panggilannya simply Gege πŸ˜‰

 

Aga =Β  “dulu aku kira namamu Gigi lho. gak ada h nya. hahaha”

Gege = “hahaha, namaku emang unik, kan? tapi toh sekarang kamu di fakultas kedokteran Gigi.”

Aga = “kamu juga, kan, Ge? sekarang kita jadi sama-sama di dunia perGigian πŸ˜€ ”

Gege = “ajaib ya. sebenarnya apa yang ditakdirkan untuk kita sudah diisyaratkan tepat di depan mata, cuma kita gak sadar…”

 

sometimes what’s destined to us is right in front of our eyes, we just couldn’t see it directly.

 

aku terhenyak.

 

cara Dia bekerja, mengabulkan permohonan hambaNya sangat tidak terduga. semacam memberi kejutan yang menyenangkan. sama seperti saat kita membuka kado ulang tahun. rasa senang, kaget, terharu, heran, semua bercampur menjadi satu.

 

namun, sampai saat ‘kejutan’ itu terbuka, kita gak pernah benar-benar tahu apa yang akan terjadi. aku gak akan pernah sadar bahwa aku akan masuk FKG walaupun sudah ada sinyal tentang nama Gege itu. aku gak akan pernah yakin aku akan diterima menjadi asisten biokimia walaupun sudah membayangkan tentang jas asisten itu sejak lama.

 

hey, siapa tahu saja, aku gak akan pernah tahu siapa jodohku nanti, padahal dia ada di dekatku saat ini πŸ˜‰

 

open your eyes, your fate might just stand right in front of you right now πŸ˜‰

 

-aga-

Advertisements