entah sejak kapan, aku jadi gila nonton film. oh, dan harap dicatat, film, bukan sinetron. ada mungkin ya, satu bulan 4 kali ke bioskop sampai-sampai mama papa nyindir-nyindir ‘kalau-putri-mereka-berhenti-nonton-di-bioskop-itu-adalah-suatu-keajaiban’.

yeah, face it, i love cinema from its popcorn to its rest room.

bisa jadi ketularan papa yang – menurut mama – sewaktu kuliah juga sering ke bioskop dan sekarang koleksi filmnya sudah sampai satu saf dari 4-saf-lemari. belum lagi kalau ada film yang diputar di tv, apalagi kalau bintangnya Bruce Willis, Mel Gibson, Steven Seagal, Sean Connery… dengan kata lain aktor jadul, papa pasti bisa menceritakan sejarah mereka dengan runut.

well, who knows such thing like this would be continued hereditary?

namun… mendadak. pagi hari pada tanggal 19 februari 2011, sebuah artikel pendek di detik.com muncul dan membuatku shock berat. silakan klik link ini buat yang belum tahu: http://bit.ly/eM8o3x

yap, semua film luar negeri gak akan tayang lagi di Indonesia. dan bagi film-film yang sudah telanjur tayang, akan ditarik dari peredaran.

oh tidak, ini adalah sebuah konspirasi rahasia antara kedua orangtuaku dan pihak perfilman agar aku berhenti ke bioskop!

oke, oke, alasannya gak mungkin itu. tapi YANG BENER AJA GITU LOH. buat apa pula menambah pajak untuk barang impor?

tarik nafas, lepas.

baiklah, dipikir secara rasional, memang Indonesia terlalu banyak mengimpor barang belakangan. bahkan sampai garam saja kita impor! tapi dengan menetapkan pajak tambahan yang sampai membuat Hollywood menghentikan distribusi film ke Indonesia, itu bunuh diri namanya! pengelola bioskop di Indonesia bakal pusing tujuh keliling menghidupi karyawan-karyawannya yang tersebar di seluruh nusantara. bioskop-bioskop yang sudah berdiri bakal gak keurus karena gak ada film yang diputar dan gak ada penonton yang datang.

usually in movie, it’s time for someone to say ‘look on the bright side!’

oke, coba kita pertimbangkan sisi positifnya.

1. dengan gak ada film luar negeri yang keren luar biasa, film buatan Indonesia jadi lebih laku karena (mau gak mau) yang tersedia hanya itu.
2. karena jumlah film produksi Indonesia masih sedikit, maka bakalan memicu para produser dan sutradara untuk membuat lebih banyak film.
3. karena gak ada film impor, berarti gak ada pula pajak impor dan kita tahu biasanya uang berlebih itu diambil oleh ‘tikus-tikus’ di negeri ini.

that’s all i can figure about the happy side. moving on to the sad side.

1. HARRY POTTER 7 part 2! Transformers 3! demi apa, mereka itu gak asyik kalau cuma ditonton di rumah. WE WANT HARRY POTTER!!!
2. karena gakbisa nonton di bioskop dan harga vcd ori masih mahal, pastinya orang-orang bakal lebih sering membajak. padahal ada kampanye stop pembajakan! dengan begini sama saja artinya seperti negara menangkap ular namun melepaskan anjing!
3. coba lihat daftar film segera tayang ini: http://21cineplex.com/coming.htm .bayangkan. kalau sineas di Indonesia hanya memproduksi film horor yang cuma bermodalkan mengagetkan dan menakut-nakuti penonton, IT’S SO LAST DECADE, HELLO!!!! yang ada malah menanamkan mental yang mudah takut dan percaya pada takhayul.
4. coba bayangkan. gak ada film luar negeri –> penonton kecewa –> jumlah penonton menurun drastis –> bioskop bangkrut –> PHK besar-besaran –> pengangguran bertambah. senang?

sejauh itulah yang aku dapat dan aku menyimpulkan lebih banyak negatif dari pada positifnya. sayangnya gak banyak yang bisa kita lakukan karena mau protes pun gak akan didengar.

yang pasti, jangan salahkan kita kalau tingkat pembajakan film meningkat!

once more, WE WANT HARRY POTTER!

-aga-

Advertisements