hari minggu lalu, aku dan keluarga mengunjungi tommy yang tengah menimba ilmu di SMA Taruna Nusantara, Magelang.

untuk bisa mencapai Magelang dari Jogja, biasanya kami melintasi Jalan Magelang.  masih dalam keadaan biasanya, lancar-lancar saja.

namun pada hari Minggu itu, keadaan tidak seperti biasanya.

oada hari-hari, bahkan minggu-minggu sebelumnya, jalan Magelang ini, yang dilintasi oleh Kali Putih, diterjang oleh aliran lahar dingin dari Gunung Merapi.

ya, Gunung Merapi memang sudah tidak bererupsi, namun ternyata bencana tidak berhenti sampai di sana saja.

hujan yang turun dengan derasnya dari puncak gunung membawa material turun bahkan lebih jauh berpuluh-puluh kali dari yang bisa dibawa Wedhus Gembel.

akibatnya?

silakan lihat sendiri lewat beberapa foto di bawah ini.

ironisnya, pada saat kami sekeluarga melintas, jalanan yang padat itu tak hanya dikarenakan jalanan yang menyempit hingga separuhnya karena tergerus oleh lahar dingin, namun juga karena:

1. kedatangann para menteri

2. berhentinyabanyak orang untuk mengunjungi ‘wisata bencana lahar dingin merapi’

entah apa guna para pejabat itu lewat. untuk memberikan sumbangan, atau ikut-ikutan berwisata bencana.

alam telah memberi peringatan.

apakah kita masih mau merusak alam kita lebih jauh lagi?

-aga-

Advertisements