waaaah akhirnya siang jam setengah tiga gini bisa leyeh-leyeh tiduran selonjoran…

agak susah juga sih ngetiknya soalnya pakai keypad qwerty hapeku yang bernama Joe (Nokia C6) dalam kondisi kesepuluh kuku jari belum dipotong sejak…

entahlah pokoknya udah lama. sampai-sampai ada yang mengira aku manicure-pedicure gara-gara kukuku yang kepanjangan itu tumbuhnya kotak dan putih.

percayalah, aku belum pernah sama sekali mani-pedi. resep kuku seperti di mani-pedi hanya satu.

jangan mainan tanah 😉 hahaha

tanggal 12 desember yang lalu salah satu temanku di SMA yang bernama Desty – tapi dipanggil Mak’e karena dia emak-emak banget – berulang tahun. jujur, aku hampir lupa karena belum memasukkan reminder ke hape dan rupanya di akun facebook desty gak ada tanggal ultahnya.

kemudian sekitar jam segini juga pada tanggal 12 itu, aku mengucapkan sms selamat ulang tahun. eh balasannya cukup mengejutkan.

“lho, siapa yang ulang tahun ga?”

demi apa deh aku kaget. aku yakin, Mak’e ulang tahun hari itu.

“loh mak, bukannya kamu ultah sekarang ya? iya kan?”

jawaban yang aku terima gak kalah mengejutkan.

“aku gak mau ulang tahun, ga, aku gak mau dewasa…”

aku ketawa banget baca balesannya Mak’e itu. oke, aku tahu konsep ‘dewasa’ memang susah untuk diterima. apalagi dengan embel-embel umur berkepala 2…

yaiks, that stinks. i wanna be 17 forever 😀

tapi itulah hidup. terus berjalan seolah tak kehabisan rel dan bahan bakar.

ngomong-ngomong rel dan bahan bakar, aku baru saja nonton Unstoppable usai Pre Tentamen Anatomi 2 yang belakangan aku sadari aku salah semua menyebutkan nervus pada bagian nasus dan sinus paranasalis. nge-blank, kawan-kawan.

menyinggung sedikit tentang Unstoppable – walaupun pada akhirnya Denzel Washington dan Chris Pine mengubah judulnya jadi Stoppable haha – film ini adalah salah satu film heroik yang… yah, mengisahkan bahwa dunia sebenarnya itu jauh lebih kejam dari dunia sekolah maupun kuliah.

dipaksa pensiun dini dengan setengah tunjangan untuk pengabdian 28 tahun? terdengar mirip seperti persengketaan rumah almarhum pahlawan di Indonesia, gak sih?

inhale… exhale…

“who ever said that life was fair?
when you live without a care…” – Jesse McCartney, Invincible.

pindah topik, pernah gak kalian merasa apa yang kalian harapkan sangat susah terjadi, dan ada juga yang sangat mudah terjadi bahkan seperti gak direncanakan?

well, just like the universe supports that to be happened.

eh tiba-tiba sudah adzan ashar aja.

another inhale… exhale…

semoga aku masih hidup sampai parade responsi dan UAS semester 3 usai 🙂 amin…

extraordinary things only happen to extraordinary people – Reepicheep.

-aga-

Advertisements