“katanya, dia habis ke kota Y loh, cuma mau pacaran padahal! gilak!”

“katanya juga, dia pake acara bolos kuliah loh. lebih gilak!”

* * *

‘katanya’ itu menunjukkan kita belum yakin sepenuhnya dengan apa yang kita ucapkan. baru dengar desas desus.

kabar burung yang menyentil daun telinga, lalu karena penasaran, sebelum tahu kebenaran, hal yang rancu itu sudah tersebar terlebih dahulu.

awal mulanya satu.

kita gak begitu tahu tentang ‘si pelaku’.

* * *

kata mama, aku orang yang bisa meng-handle semua pekerjaan.

aku sering bercerita betapa aku diributkan dengan tugas kelompok sedari SD hingga kuliah ini.

i can’t switch off my mind until i’m done with it.

maaf, tapi aku bukan orang yang terlalu mudah memberikan kepercayaan bagi seseorang – atau banyak orang.

jikalau kalian melihat aku sebagai seseorang yang ekstrovert, periksa lagi.

seberapa jauh kalian mengenali aku?

* * *

dari luar, teman-teman banyak yang bilang, “aga ceria banget ya.”

kalian gak tahu. kalian gak pernah tahu apakah aku benar-benar ceria atau tidak.

setidaknya, kalian yang tidak begitu mengenalku, gak akan tahu.

* * *

kalau kalian mengirimkan sebuah sms padaku, aku punya hak untuk gak membalasnya, ‘kan?

oh, ya, kalau sms itu sangat penting, pasti aku balas.

namun, kalau isi sms itu cukup-tidak-begitu-penting, aku bakal pikir ulang.

mungkin akan aku balas, kalau aku punya pulsa. kalau aku memang ingin membalas. kalau aku tidak ingin memutus hubungan PERTEMANAN dengannya.

in these days, texting has replaced mailing via post office, right?

kalau aku GAK ingin membalas, yaa memang karena aku gak ingin membalas. karena aku sedang malas. karena gak punya pulsa. atau karena aku ingin jaga jarak agar tetap ada di batas teman saja.

* * *

hanya karena aku gak balas sms, bukan berarti ada sesuatu hal yang terjadi padaku.

please, you don’t really know about me.

hanya karena aku punya blog yang terbuka untuk publik dan kamu bisa menjadi stalker blog ku, kamu cuma membaca sedikit bagian dari diriku.

kamu gak tahu apa-apa.

aku tahu, kamu gak begitu mengenalku.

terlebih, kamu gak akan pernah tahu.

aku gak akan mengijinkanmu tahu kalau aku mau.

jadi, tolong, jangan berlagak kamu tahu tentang aku dan mengucapkan kata-kata “semoga kamu akan baikan.”

sekali lagi,

KAMU NGGAK TAHU APA-APA.

don’t act like you know-it-all, immature.

-aga-

Advertisements