halo halo halo

lama tak mem-post sesuatu dikarenakan satu dan lain hal yang yaaah kalau boleh jujur…

sumpah ya berasa capek banget badan ini setiap kali pulang praktikum! bawaannya tiduuuur terus. meskipun pasang alarm mau bangun jam 1 pagi, entah ini reflek-mematikan-alarm yang sudah terlatih atau telinga-yang-tidak-peka yang membuatku membuka mata pada pukul 5 pagi.

thank You, Lord.

jadi. siapa yang BELUM nonton Harry Potter and The Deathly Hallows part 1?

aku udah looooh hari kedua pemutaran, di row B 🙂

if i must say, it was the most brilliant Harry Potter Movie EVER!

di film itu, ada adegan canggung yang terjadi ketika Ron kembali bergabung dengan Harry dan Hermione.

canggung.

bahasa Inggrisnya adalah AWKWARD.

dan sekitar beberapa hari terakhir aku dan temanku, sari, jadi sering mengucapkan kata itu disebabkan karena…

aku dan seseorang di kampus memang sangat awkward.

untuk melatarbelakangi, aku gak tau dia dulu benar-benar mau pdkt atau enggak, tapi toh aku juga gakpernah ada feeling. kalaupun terkesan ada, itu lebih karena putus asa dan kehilangan arah sesaat akan Iceman sebelum akhirnya aku sadar.

dan aku gak pernah ada bayangan kalimat sms ku “kita temenan aja ya?” bakal membawa perubahan sikap yang WOW.

mungkin aku salah juga sih terlalu jaga jarak gitu.

but my defence system already put him into my danger list.

seakan-akan ada sistem imun yang mengenali dia sehingga aku akan menghindar secara otomatis.

memalingkan tatapan mata, misalnya.

jadi, meskipun secara gak sengaja kita makan di sebuah tempat dan berpapasan, aku akan pura-pura gak kenal dan sebisa mungkin gak bertatapan dengannya.

dan dia sendiri juga semacam gitu lah.

sari sendiri bilang kalau kami jadi sangaaaat canggung. dia minta ke-awkward-an ini dituntaskan.

but how? we’re not even texting anymore.

aku terlalu takut untuk memulai sebuah sms karena…

entahlah, aku cuma takut sepertinya. sebuah ketakutan tak beralasan.

mungkin aku takut kalau aku menyapanya duluan, baik lewat sms atau ucapan di kampus, dia akan mengira aku memberi kesempatan kedua.

mungkin aku takut, bakal ada gosip-gosip lain yang datang.

mungkin…

sungguh. ini ketakutan yang gak beralasan.

truth be told, i’m just feeling uncomfortable being around him.

jadi, bagi siapapun yang bisa membantuku untuk memecah kecanggungan ini…

please, let me know how. thank you.

-aga-

Advertisements