berani tebak, begitu baca ‘bad day’, yang terlintas pertama kali adalah Daniel Powter dan permainan pianonya yang bikin empunya blog ini iri sekaligus kagum setengah mati.

“They tell me your blue skies fade to grey
They tell me your passion’s gone away”

yeah tell me about it.

harus diakui, memulai hari jumat tadi sangatlah berat.

dan ternyata memulai hari dengan pemikiran seperti itu benar-benar menghasilkan hari yang berat.

jadi, sedikit saran, selalu berpikiran positif dan berharaplah yang terbaik. pikiran positif akan membawa kita tetap ceria dan di atas garis bad mood.

sejarah bad day friday seorang aga dimulai dengan..

MESIN FOTOKOPI YANG ERROR

mas-mas fotokopian kampus yang amatlah baik dan akrab denganku pernah ngambek, kenapa kalau aku pas ngeprint laporan biomaterial cuma sekali, dan di fotokopi 7 kali? dia minta sekalian aja di print 8 kali…

okay, i granted his wish.

tadi pagi aku nge print laporan tentang uji kompresi gips di sana, dan langsung aku print 8 kali.

hasilnya? ter print berpuluh-puluh kali!

serius ini bukan rekayasa, hasilnya jadi buanyak banget!

ternyata eh ternyata, si mesin fotokopi lagi error.

huh, tau gitu nge print sekali aja. jadi buang duit, kan 😦

untungnya, masnya baik, dia ngasih diskon gitu, hehehe makasih ya mas fotokopi kampus 🙂

kemudian, dilanjutkan dengan…

BEGITU BANYAKNYA BARANG YANG AKU JATUHKAN HARI INI

handout materi. bolpoin. pensil. hingga wax pada praktikum mengukir gigi yang sudah akan aku nilaikan!

masyaAllah, untungnya wax atau malam ukir yang sudah berbentuk gigi premolar itu gak patah dan hanya butuh dirapihkan sedikit dan setelah di acc dapat nilai 80 🙂 – nilai tertinggi praktikum mengukir gigi itu 80.

sebelum praktikum mengukir gigi, mendadak aku mendapat brainstorm. aku ingat sesuatu yaitu aku gak ingat di mana aku menyimpan gigi geraham yang akan digunakan untuk praktikum selanjutnya.

panik. aku menjadikan gita aka emon sebagai pelampiasan. aku berkeluh kesah padanya dan terus mengulang-ulang, “gigiku dimaaanaaaaa??”

dengan sabarnya, gita membalas, “ada di rumah, ga, tenang aja, pasti ada di rumah kok…”

eh ternyata, setelah kotak kerja praktikum mengukir gigi dibuka… ta-daaaa. ada satu palstik nongol dengan indahnya di sana. dan di dalamnya, tentu, ada gigi geraham yang aku cari. oah~ pertemuan yang mengharukan. hahaha 😀

NAMUN.

selepas praktikum selesai, aku lupa gak mengambil plastik itu, sehingga gigi geraham itu tertinggal di kotak kerjaku, yang dimasukkan lemari yang dikunci oleh para asisten, dan ruang laboratorium itu juga dikunci oleh seorang penjaga yang bahkan aku gak tahu tampangnya yang mana padahal untuk membuat desain gigi, aku membutuhkan gigi geraham itu.

wow, sebuah kalimat yang sangat panjang o.O LOL

akhirnya, meratap pada asisten *oke, gak separah itu*, akhirnya diputuskan gigi geraham itu akan diselamtakan pada hari senin besok.

sayangnya, kemalangan belum berakhir.

untuk mengukir malam menjadi berbentuk gigi, kami menggunakan sebuah alat bernama LEE CROWN MESS. oh ya, itu alat yang amat sangat imut.

dan lee crown mess milikku. hilang.

hilang begitu saja.

gak ada.

seakan-akan menguap.

dan gak ada yang merasa membawanya.

astagaaaa itu lee crown mess udah enak banget pegangannya. dia sudah menemani hari-hariku di fkg ugm dalam suka dan duka dalam proses pembuatan resin dan pengukiran gigi ini. hiks 😥

nah, setelah seharian penuh duka nestapa, akhirnya saatnya pulang. tapi aku gak langsung pulang ke rumah. aku harus mengambil baterai kamera digital yang aku pesan di sebuah toko kamera di Plaza Ambarrukmo. gak mau pergi sendirian, aku menyeret reina untuk menemaniku.

yippie doi mau 🙂

akhirnya, tidak mengindahkan langit yang sudah abu-abu, kami berdua capcus berangkat ke AmPlaz. dalam waktu singkat, transaksi diselesaikan, baterai sudah terpasang, dan kami bingung mau ngapain lagi.

reina memutuskan untuk keliling AmPlaz mencari sebuah distro yang namanya aku lupa. kemudian kami ke disc tarra, yah pokoknya muter-muter gitu lah.

mendadak tercetus ide.

aga : “minum yuk.”
reina : “boleh, di mana?”
aga : “dunkin’ aja gimana?”
reina : “hayuk.”

akhirnya kami berdua mampir ke Dunkin’ Donuts buat minum dan untuk info, enaknya kalian pesen yang paket minuman dan 1 biji donat. daripada beli minum doang, ditambah donat cuma nambah 500 perak kalo gasalah.

soooo…

aku mengakhiri hari buruk dan memulai malam gembira di Dunkin’ ini dengan mengambil beberapa foto yang keren buat dijadikan profile picture facebook hohoho

 

 

sampai pukul 5 sore kami duduk-duduk dan aku menceritakan masalah orang-yang-naksir-aku tapi akhirnya kuputuskan untuk menjaga jarak disebabkan 5 hal yang kemarin aku posting tapi sudah aku sembunyikan itu 😉

reina bilang, “kalau kamu gak ngerasa ada chemistry dengannya, memang kamu gak boleh maksa. daripada kamu gak nyaman.”

oh you don’t know how right you are, sister!

saat mengantarkan reina, kami melintasi jalan solo yang teramat padat dan ramai, kemudian ke jalan kaliurang yang…

basah kuyup.

OH MEN, ternyata tadi turun hujan lebat! waah alhamdulillah kami memutuskan untuk rehat sejenak di Dunkin’. kalau enggak, pasti sudah basah kuyup.

well, above all darn things happened formerly, i believe that tomorrow and on will be awesome 🙂

-aga-

Advertisements