aku gak akan bilang aku pintar dalam bahasa inggris, tapi yah okelah aku cukup memahami bahasa inggris. bahkan sepanjang sd, smp, dan sma, bahasa inggris adalah salah satu senjata utamaku untuk mendongkrak nilai.

kadang suka geregetan lihat orang pasang status atau tweet yang salah padahal remeh temeh banget salahnya. misal, memasangkan will dengan verb-ing, seperti i will surviving.

ha a el oooo haloooo

geregetan jadinya geregetan

well, this post isn’t about learning English in one hour. just an intermezzo πŸ™‚

anyway, petang ini aku mendapat satu sms yg yaah lumayan bikin mikir.

friend of mine tanya lewat sms nya itu.

“hei, aga, kamu punya mimpi ato cita2?”

well yea i do have. a lot, truthfully.

i want to be a tour guide.

i want to be an English teacher.

i want to be a director.

i want to be a novel writer.

i want to be a musician.

i want to be an astronaut.

i want to be…

anything but dentist.

tunggu, aku ingin jadi apapun selain dokter gigi? aga, kamu tuh kuliah di fakultas kedokteran gigi, gimana bisa kamu bilang “i want to be anything but dentist??”

hey, note this.

aku MEMANG kuliah di FKG.

dan nantinya waktu lulus aku ADALAH dokter gigi.

terlepas dari masalah over confident, tapi buat apa aku menginginkan hal yang sudah pasti?

gak mungkin dong aku lulus dari FKG tapi gelarku insinyur?

dengan menginginkan sesuatu hal, akan memacu kita untuk bekerja lebih keras dan lebih baik lagi.

having dreams is like having competitor.

kita semua gak akan bisa jadi seperti ini kalau gak ada saingannya. mulai dari rahim ibunda aja kita uda punya saingan berjuta orang.

so, don’t be afraid to make dreams. they won’t hurt you πŸ˜‰

-aga-

Advertisements