wow sudah lama juga ya aku gak posting 🙂

well, truth be told, aku sepertinya terkena writer’s block. kalian tahu kan, semacam keadaan di mana seorang yang biasanya menulis dan menuangkan segala sesuatunya dalam tulisan mendadak jadi mampet dan buntu seolah gak ada yang bisa ditulis dan dibagi.

padahal sebenarnya aku peeengen banget blogging.

hufh hah.

oke, dengan postingan ini semoga jadi unblock ya 😉

oh, good news for me was finally i went hometown to malang!

Yiihaa!

walopun cuma 5 hari, dari hari jumat-selasa, paling nggak menuntaskan hasratku ingin bercengkrama dengan si piano dan melumat habis seporsi bakso bakar. dan juga jalan-jalan ngalor ngidul sama BFF ku, siska.

sewaktu packing untuk balik ke jogja, tiba-tiba aku dikejutkan dengan bertumpuk-tumpuk kotak di dekat pintu keluar. usut punya usut, ternyata itu semua barang2 milik mama.

isinya?

hiasan lemari yang terbuat dari kristal yang sudah beliau kumpulkan sejak aku SD.

wow, semuanya ditata dengan seksama dan hati-hati. tiap kotak disegel dengan rapat dan diatur agar gak pecah.

dalam suatu kesempatan, papa yang sempat terheran-heran, langsung dibalas dengan ucapan mama “ini semua harta karunku,pah, hehe.”

sepulangnya dari malang, di rumah jogja mendadak aku jadi pengen nonton film Indiana Jones. film tentang arkeolog yang dibintangi Harrison Ford itu memang termasuk film favoritku. apalagi film yang terakhir, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull. mengapa? karena eh karena ada Shia LaBeouf yang berperan sebagai putra Indiana Jones.

Film itu menceritakan tentang pencarian mereka akan El Dorado, negeri yang terbuat dari emas milik suku Indian kuno.

pada akhirnya, ternyata seluruh kota hancur lebur. dan terkuaklah bahwa sesungguhnya emas dalam bahasa kuno suku Indian itu tidak diartikan secara harfiah ’emas’, melainkan harta karun. sedangkan harta karun mereka adalah pengetahuan.

hei, sepertinya setiap orang memiliki harta karunnya masing-masing, ya?

harta karunku mungkin gak se-meaningful El Dorado atau se-telaten koleksi kristal mama. tapi tetap saja, itu harta karunku,

Karena harta karun itu berharga bagi kita.

harta karun memiliki memori tersendiri di benak kita.

dan harta karun gak berlaku bagi setiap barang, setiap orang.

harta karunku adalah piano yang ada di malang.

memang, dari kejauhan orang akan memandang piano toh hanya piano. beli lagi aja yang baru kalau jauh.

tapi itu piano yang menemaniku belajar musik dari enol. itu piano yang memberikanku beberapa piala kejuaraan. itu piano yang menemaniku waktu mati lampu. itu piano yang gak pernah protes waktu aku ngambek les.

sekarang dia gak bisa dibawa ke jogja.

malahan sepertinya akan berpindah kepemilikan tanpa aku mengetahui siapa pemiliknya.

Ouch that hurts, doesn’t it?

kalau ada jin, yang bisa mengabulkan satu aja permohonan, mungkin aku akan berharap untuk dikirimkan piano itu ke jogja.

ATAU

memohonnya untuk menyembunyikannya dan mengubur piano itu agar gak ada seorang pun yang tahu.

just like a real treasure 🙂

-aga-

Advertisements