bulan apa sekarang?

bulan Juli. seharusnya sudah musim kemarau, ya? tapi nyatanya di banyak tempat masih saja ada yang mengeluh “aduh, mendung.” atau “yahhh hujan..”

mungkin bagi kita para siswa/i dengan adanya hujan paling cuma menghambat aktifitas dan liburan. paling pol juga batal jalan-jalan ke pantai dan masih bisa dialihkan jadi online dan memandangi gambar pantai di Perancis.

yang kasihan tuh para petani tembakau. dalam hal ini mari kita kesampingkan kebencianku pada rokok dulu ya, karena toh balik-balik lagi petani tembakau merupakan salah satu mata pencaharian yang krusial di Indonesia karena di Indonesia pabrik rokok juga seabrek-abrek. *sigh*

tembakau butuh kondisi yang dingin dan tidak terlalu basah. dengan keadaan musim hujan yang berkepanjangan, mereka jadi ragu-ragu mau mulai nanem gak. alhasil, tanaman tembakau pun gak sebagus biasanya. dengan kata lain, panen GAGAL.

kalau panen gagal, produksi menurun. produksi menurun, pekerja sampingan yang biasanya mencacah daun dan menjemur tembakau pun harus dikurangi. nilai jual rendah, penghasilan pun ikut turun. *lagi-lagi, sigh*

hmph, kasihan ya. padahal tinggal sedikit lagi, mereka bisa dapat penghasilan yang mereka dambakan.

ibaratnya…

pungguk merindukan bulan.

hmm, enggak ding. peribahasa itu untuk sesuatu yang bener-bener gak bisa dicapai.

something which is impossible to get is when you’re trying to hug moon.

kalau boleh bikin peribahasa sendiri, kondisi ini bagaikan penyanyi yang kehilangan suara.

kenapa harus penyanyi? kenapa harus saat dia kehilangan suara?

karena eh karena, biasanya kita terpukau saat mendengar seorang penyanyi ketika dia bisa mencapai nada-nada tinggi dengan stabil. woow sampai merinding tuh.

namun, saat ia kehilangan suara, dibuat teriak gak keluar suara. apalagi buat nyanyi? dia gak bisa mencapainya padahal sebenernya oke oke aja kalau dibuat ngomong.

dampak?

disappointment

sadness

depressed

ini bukan curcol lho *curhat colongan* walaupun memang sebenarnya suaraku sedang habis. ahak ahak 😀

well, it was just a metaphor.

kenyataan yang sebenarnya jauh dari profesi menyanyi.

dari jauh-jauh hari, aku sudah diajak untuk “ayo kita sekeluarga pulang ke malang mumpung liburan.”

ASOOOYYYY markitmon kita balik ke malang!! aku sangat merindukan keberadaan bakso yang mantap di malang. nyam nyam nyam.

dan ternyata… H-1…

“kita gak jadi ke malang.”

WOOOT?!?!

oke, suaraku habis, jadi gak bakal bisa teriak ‘WOOOT?!’ gak bakal keluar suaranya.

halooo aku menyentuh kota malang tinggal sedikiiiiiiit lagi. tapi mendadak…

bum, prang, bejek bejek bejek. gak jadi.

oh meeeennnn….

hufh hah hufh hah, oke santai, aga. paling enggak kamu terdampar di sebuah kota dengan banyak tempat wisata, Yogyakarta 😉

however cheering yourself is the best way to keep the disappointment away.

-aga-

Advertisements