sudah bukan rahasia lagi kalau aku adalah seseorang yang keras kepala dan jarang mau mengalah. mana gak sabaran dan boros. belum lagi sensitif. gampang marah, tapi gampang nangis juga, sih.

LHO kok jadi ngumbar aib sendiri sih? o.O

jadi maksudku begini.

entah bagaimana pada kalian, tapi aku adalah tipe orang yang punya harga diri tinggi. aku jarang mau mengaku salah kalau ada suatu masalah karena aku cukup yakin itu bukan salahku. terkesan cari aman dan menghindar tapi begitulah keyakinanku.

itu sebabnya aku lebih sering menunggu seseorang minta maaf daripada aku yang minta maaf.

told you before, i’m a girl with high pride

let me forgive you after you say sorry.

bukan berarti aku gak pernah mendapat masalah dengan sifatku yang satu ini. aku sering merasa canggung pada orang-orang yang kuperlakukan seperti itu.

tapi sifat yang satu ini susahnya minta ampun diubah layaknya hobiku minum kopi.

seperti pada sebuah kejadian yang menimpaku saat menyelesaikan tugas praktikum teknologi kedokteran gigi 2 baru-baru ini.

saat itu aku shock karena hasil gigi tiruanku yang dicor buruk rupa sekali. memutuskan untuk mengulang, akhirnya aku pun meminta reina untuk menemaniku beli bahan-bahan yang diperlukan di toko kedokteran gigi dekat kampus. sudah selesai belanja, baru tiba di kampus, ada seorang teman, diinisialkan F aja ya, baru mau mulai membakar casting ringnya.

entah ditujukan apda siapa, dia berkata cukup keras pada semua orang yang ada di dekat anglo, “gue titip, ya!”

yak, dengan gaya bicara gue-lo-gue-lo nya.

merasa ada banyak orang di sana, aku pergi dan mulai mengulangi membuat gigi tiruan dari awal. yah proses mengulangnya gak usah diceritakan lah, ya. pokoknya yang kedua hasilnya lebih baik. jauh lebih baik 🙂

ehh mendadak, dua hari kemudian si F sms aku. dia tanya apa logam cornya ada di aku. sontak aku jawab enggak. lha ketemu dia aja juga cuma sekali, dan kita sama sekali gak berhadap-hadapan.

parahnya, dia terus ngotot bahwa dia sudah menyerahkan casting ringnya padaku dengan kedua logam ordent di atasnya pada KU.

ini aneh banget. secara aku kemarin sibuk mengulang pekerjaanku sendiri, dan dia juga gak mendekatiku untuk menyerahkan pekerjaannya.

gak mau kalah, aku bales sms berikutnya dengan huruf kapital semua. ‘AKU GAK DITITIPI APA-APA’ intinya begitu lah.

EH kok ujung-ujungnya dia bilang, ‘ya udah. dasar gak bisa dipercaya.’

sumpah, serius, aku gak terima dibilang seperti itu!

kalau memang dia menitipkan sesuatu padaku, aku PASTI ingat dan bisa mempertanggungjawabkan apa yang ia amanahkan padaku.

NAH INI?! BARANGNYA AJA GAK ADA, APA YANG MAU DIPERTANGGUNGJAWABKAN?!

kayak gini deh, cewek minta dinikahi karena dihamili tapi tes kehamilannya negatif.

nonsense kan?!

naik pitam, aku hapus nomernya dari kontak ponsel. aku remove dia dari friend list ku di facebook. aku gak mau nyapa dia. aku menghindarinya terus.

sebel banget.

dan dia juga gak ngomong apa-apa sejak saat itu.

asem. dobel asem. asem banget.

ternyata, setelah beberapa hari, ada sebuah berita sampai di telingaku.

yang dituduh seperti itu bukan cuma aku, euy. dan kali ini orang yang dituduh sampai dikatai ‘tai’.

astaga, istighfar doang.

apa gak cukup nuduh satu orang?

dan… tahu gak, orang yang dituduh ini dengan baikk hatinya bilang, “ya udah, F, sini logamnya aku gantiin.”

ya ampun serius aku jadi malu sendiri, aku ngerasa kekanak-kanakan. apalagi setelah itu F bilang sama yang dituduh itu kalau bayarnya separuh-separuh aja.

akan tetapi, merasa perlu mempertahankan harga diri, aku tetap gak mau ngomong apa-apa sama F.

sampai malam ini.

mendadak ada sebuah sms dengan alimnya dimulai dengan ‘assalamualaikum wr wb.’

tapi aku gak tahu itu nomer siapa.

setelah membalas dengan diawali ‘wass. wr. wb.’, aku tanya, ini siapa?

ternyata itu si F. yawajar lah aku gak tau itu nomer dia secara nomernya kan sudah aku hapus.

*garuk garuk kepala*

ya udalah, jawab aja sms nya.

hufh sungguh kacau sekali sifat ini. parah parah parah…

pride is a double-sided knife

-aga-

Advertisements