apa yang kalian rasakan saat kalian tengah menunggu jam 4 tiba dan bersiap berangkat ke kampus dan mendadak turun hujan?

melongo.

straigh face.

dan perlahan menutupi jendela karena angin yang berhembus mulai menggembungkan kain gorden.

lalu menghela nafas.

“yah, hujan.”

baju yang sudah disiapkan untuk ke kampus pun terpaksa dilipat kembali.

dan laptop dibuka lagi, men-double click winamp.

tahu majas paradoks?

majas paradoks adalah sebuah ungkapan yang sangat kontras, sangat kontradiktif.

misalnya, ini adalah contoh yang sering digunakan saat dulu pelajaran bahasa Indonesia di SMA,

‘Andi merasa kesepian di tengah kota Jakarta’

Jakarta adalah ibukota Indonesia yang seharusnya ramai tapi Andi merasa kesepian.

sama halnya seperti ‘aku merasa hampa di tengah-tengah kehangatan keluarga’

bukannya apa-apa. setelah sekian lama mendapati diri hanya tinggal berdua dengan papa, aku sudah mulai terbiasa dengan gaya hidup semau-gue. maksudnya, kalau pas pengen makan buah, baru beli buah. pas pengen tidur-tidur-an dan ketiduran, ya sudah, lampu menyala hingga aku bangun. mau nyanyi sesumbang apapun suaraku juga gak ada yang protes. mau niruin dance SuJu pun lebih leluasa gak malu diliatin adek.

sekarang ada mama dan adek. setiap hari mama cerewet ngingetin makan jeruk, makan sayur, makan makan makan…

pas ketiduran, mendadak mama masuk dan bangunlah aku merasakan kehadirannya.

saat nyanyi-nyanyi, si adek protes.

mau nge dance, si televisi dipake main PS sama adek.

yah mau protes gimana?

toleransi oy, toleransi.

ternyata memang dengan kejadian ini aku dihadapkan pada satu kenyataan bahwa kita memang gak hidup sendiri.

terkadang kita butuh bantuan orang lain hanya untuk mengingatkan bahwa tubuh kita butuh asupan vitamin dan serat setiap hari. bukan hanya waktu kita pengen.

ada kalanya seorang pecinta bumi seperti akupun khilaf dengan membiarkan lampu menyala semalaman, dan diingatkan bahwa aku tengah menghancurkan bumi.

ada waktunya menerima kenyataan bahwa suaraku gak semerdu Taylor Swift atau semenakjubkan Charice. sebelum mencapai tahap itu ada baiknya aku menggumam saja.

dan, hadapi saja aku belajar menjadi seorang dokter gigi, bukan menjadi Super Junior wanna be. sesering apapun aku mencoba menirukan mereka, toh porsi latihan mereka puluhan kali lipat lebih banyak dariku.

some people fall asleep because of fatigue body, some because of fatigue brain.

jam 3.11. masih hujan.

dan ada adzan ashar.

matikan winamp, tapi lanjut mengetik.

seharusnya aku sedang belajar. nyicil materi bejubel untuk UAS tanggal 14 besok.

nyatanya?

masih ngetik untuk posting di blog.

dan meratapi bahwa hujan masih turun.

sampai saat ini aku masih bertanya-tanya.

kenapa ya orang sebegitu gak maunya bajunya jadi basah?

semua orang gak mau baju yang dipakainya basah.

gak aku, gak kamu, gak siapapun gak mau bajunya basah.

heran gak?

padahal kalau ditunggu juga kering lagi, kan?

isi posting ini galau ya?

sudah galau, kacau pula.

gak jelas maksudnya apa.

loncat-loncat dan beraneka ragam sekali.

3.15 hujan makin deras.

memang gak direstui ke kampus.

di kulkas masih ada coklat gak ya?

sebenarnya alasan aku galau ini mungkin karena tadi aku menyapa si Iceman yang secara mengejutkan online di chatting facebook.

dan tidak dibalas.

mungkin juga karena aku sadar. seberapa kerasnya aku untuk tidak menghiraukannya, aku tetap tidak dapat untuk tidak mengacuhkannya.

yah, ujung-ujungnya ke Iceman lagi.

bosen.

habis mau gimana lagi?

kepikiran terus.

3.19 dan masih hujan juga.

it’s better to keep the rain falls and say goodbye.

-aga-

Advertisements