ehem, pertama-tama..

aku ucapkan maaf sebesar-besarnya pada Jake Gyllenhaal yang sebelumnya aku cerca habis-habisan karena kurang garang untuk jadi pangeran, kurang tampan, dan kekurangan yang lainnya bahkan sebelum aku tonton film Prince of Persia ini.

daaan, setelah aku tonton…

astagah, berikan aku badan berotot itu!!! hosh hosh hosh, seriusan, Jake Gyllenhaal beda banget sama tokoh yang ia mainkan di film Zodiac.

oke oke sebelum melangkah lebih jauh, mari buka review ini dengan judul dan poster Prine of Persia (PoP)

Prince of Persia : The Sands of Time

Dastan kecil, sebelumnya tidak pernah terpikir olehnya akan berpindah tempat dari jalanan menjadi ada di kerajaan bahkan memiliki gelar Pangeran. namun begitulah takdir membawanya, King Sharaman mengangkatnya menjadi anak ketiga-nya, setelah Tus dan Garsiv.

waktu berlalu, dan Dastan sudah dewasa dan mulai berperang bersama dengan kakak-kakaknya. suatu ketika mereka akan menyerang suatu kerajaan (maaf aku lupa namanya, haha) dan dari rumor yang beredar, putri kerajaan itu amatlah cantik. namanya adalah Tamina.

singkat cerita, penyerbuan mereka berhasil, dan Dastan mendapatkan sebuah belati dengan gagang unik. sementara itu, kakak pertamanya, Tus, ingin memperistri tamina. Sebenarnya Tamina gak mau, tapi apa boleh buat, karena Tamina melihat Dastan menyimpan belati itu, Tamina mengiyakan.

belum sampai Tus menikah, eh, mendadak King Sharaman meninggal dunia karena mengenakan jubah yang dibawa oleh Dastan. dituduh membunuh ayahnya, Dastan pun kabur – lebih karena menyelamatkan diri, bukannya melarikan diri – bersama dengan Tamina.

di tengah perjalanannya, Dastan mengetahui rahasia belati yang ia dapatkan. ternyata, bila permata pada ujungnya ditekan, maka si penekan alias pemegang belati itu bisa mundur ke masa lalu selama satu menit.

mengetahui rahasia itu, awalnya Dastan menduga bahwa Tus lah yang hendak membunuh ayahnya agar ia dapat memperoleh tahta kerajaan. namun, lambat laun seiring dengan perjalanannya, Dastan jadi tahu bahwa Nizam (adik king Sharaman) lah yang ingin menggunakan belati dan pasir pembalik waktu itu, agar ia bisa menjadi raja Persia! mana membalikkan waktunya gak tanggung-tanggung, ia berencana membalikkan waktu sampai saat ia dan king sharaman masih kecil!

padahal, untuk membalikkan waktu sejauh itu, bisa merusak seluruh isi bumi. maka, Tamina sebagai putri penjaga belati itu, harus menyelamatkan si belati karena menyangkut kemaslahatan dunia.

nah, bagaimana lanjutannya?

silakan ditonton dulu πŸ™‚

yang pasti, bagi para gamer yang pernah main Prince of Persia sebelumnya, akan menjumpai adegan-adegan yang miiirip sekali dengan yang kalian mainkan. saking miripnya, saat adegan itu berlangsung sampai pengen pencet-pencet sesuatu biar Dastan terus loncat-loncat di sisi-sisi dinding.

anyway, chemistry antara Dastan dan Tamina asik banget πŸ™‚ serasa mereka benar-benar meant to be together…

oh, yang aku suka dari cerita ini adalah ikatan saudara antara Tus, Garsiv, dan Dastan. walaupun pada awalnya Tus dan Garsiv sempat terhasut, tapi bagaimanapun dari dasar hati mereka, mereka saling percaya satu sama lain. mereka menyayangi yang lainnya, dan ingin melindungi keselamatan semuanya…

such lovely brotherhood, right?

dan dan dan… Gemma arterton sebagai tamina tetap secantik io di Clash of the Titans πŸ™‚

sayangnya cuma satu, percakapan-percakapan di PoP ini cerdas-cerdas. tapi terlalu bersahut-sahutan jadi kurang menghayati…

overall, untuk sekelas film adaptasi game, PoP keren!

asik lah pokoknya!!

not a failure

-aga-

Advertisements