boleh percaya, boleh enggak, begitu banyak orang yang mencegahku untuk nonton film ini.

banyak-banyak, mereka bilang, ‘mending Prince of Persia aja, ga!!’

haish, aku pengen Robin Hood, kok, dilarang-larang humph *mutung*

so, here goes the review 🙂

Robin Hood

Russel Crowe as Robin Longstride

sebuah kesalahan kecil yang aku perbuat sebelum menonton film ini adalah ingin membandingkan film ini dengan film Robin Hood yang dimainkan oleh Kevin Costner bertahun-tahun yang lalu.

memang, aku sangat menyukai Robin Hood versi Kev-Cost, makanya ngebet banget nonton versi Russel Crowe.

TERNYATA

jauh beda, lho.

jaaauuuuhhhh beda.

Robin Hood (RH) 1991,  mengisahkan kehidupan robin hood saat ia menjadi buronan. ketika ia menjadi prince of thieves yang membagi-bagikan harta bagi masyarakat yang kekurangan.

sedangkan RH 2010, mnceritakan BAGAIMANA ia menjadi robin hood yang menjadi buronan.

nangkep gak?

tapi, bukan berarti mereka berdua merupakan suatu kesatuan. bukan. karena kalau dipasang-pasangkan, keduanya sama sekali gak cocok.

it’s like a legend which is told in 2 versions.

jadi, gak ada gunanya juga kalau aku terus membandingkan keduanya. oke, mulai sekarang, aku bakal sedikit cerita tentang RH 2010 yak.

tersebutlah seorang pemanah bernama Robin Longstride yang ikut berperang dengan King Richard the Lion Heart di perang salib. dia hanya pemanah biasa, bukan ksatria, bukan bangsawan. hanya prajurit tanpa pangkat.

di tengah perang dalam merebut sebuah kastil di perancis, King Richard mati terpanah. Robert Loxley yang adalah sahabat King Richard pun dengan beberapa ksatria segera pulang ke Inggris dengan maksud mengabarkan berita duka ini. namun, di tengah jalan mereka diserang oleh sebuah komplotan pembelot yang dipimpin oleh Godfrey agar inggris jatuh dalam kekuasaan perancis.

tak disangka, robin menyaksikan kematian robert loxley dan diamanahi untuk mengembalikan sebilah pedang pada ayahnya, Walter Loxley di Nottingham. di tengah perjalanan, robin menemukan sebuah kalimat terukir di gagang pedang itu, bertuliskan:

Rise, and rise again. Until lambs become lions.

robin merasa familier dengan kata-kata itu, tapi tak kunjung ingat apa itu.

singkat cerita, karena king richard tidak memiliki keturunan, maka tahta selanjutnya diberikan pada prince john, adik dari richard. sayangnya, adik ini bodoh. gak tahu strategi perang, cuma bisa senang-senang, dan mempercayai orang yang ia kira sahabatnya, yaitu si Godfrey. padahal seperti sebelumnya yang sudah aku tuliskan, godfrey itu pembelot.

godfrey dan king phillip dari perancis, berencana membuat sebuah perang saudara dengan cara menaikkan pajak negara, dan menghancurkan daerah yang menolak. dengan begini, diharapkan inggris akan melemah dan mudah diserang dan ditundukkan.

sementara itu, di Nottingham, robin jadi ingat apa sebenarnya arti kalimat itu. ternyata, ayahnyalah yang tukang batu, yang membuat suatu piagam untuk suatu persatuan di inggris dengan cara memberikan kebebasan bagi tiap daerah – seperti otonomi daerah.

setelah meyakinkan king john yang bodoh itu, beliau pun jadi sadar bahwa ia tengah dikhianati. maka ia pun berjanji untuk menandatangani piagam kebebasan itu setelah mereka mengalahkan perancis yang tengah menuju inggris.

inggris memang menang. tapi king john lamat-lamat menangkap seorang pahlawan di balik kemenangan itu : Robin Longstride.

layaknya semua pemimpin yang takut kedudukannya akan digeser, tidak hanya membakar piagam itu, ia pun mendeklarasikan bahwa mulai saat ini Robin dinyatakan sebagai musuh negara dan siapapun yang menangkapnya baik hidup maupun mati akan diberi hadiah.

pesan dari film ini dalem banget.

sadar gak kalian, bahwa gak jaman dulu, gak jaman modern…

yang namanya penguasa biasanya akan menghabisi orang-orang yang dianggap menghalangi kestabilan tahta mereka.

apalagi bila batu pengganjalnya hanya sekelas prajurit seperti robin.

sebarkan saja gosip jelek dan berikan hadiah, maka orang-orang akan mendukung si penguasa.

yah, contoh konkretnya gak usah jauh-jauh. saudaraku yang sudah bekerja saja bilang, senior di tempat kerjanya bakal benci banget sama junior yang bekerja sedikit lebih baik darinya.

hmph, yah susah juga ya *senyum getir*

oke, that’s all for the review 😀

see ya in the short time 🙂

-aga-

Advertisements