tadi pagi aku dikirimi bahan untuk buat pembahasan makalah mikrobiologi sama temen kampus, namanya dito. panggilannya ditok :p biar mantap, lah, ditambahi hurup k.

dia bilang, “tolong segera dicek, ya, ga.”

dan aku bales, “oke, ASAP.”

eh dia balik tanya, “asap apa ga?”

ngakak, aku pun kasih jawaban, “as soon as possible, ditooook.”

eh ternyata ada satu balesan lagi, “hahaha, aku pikir ada asap.”

hem… sebenarnya, pada saat itu, pagi-pagi jam 10 itu memang ada asap. dari tanah kosong di sebelah rumah yang sangat menyesakkan rongga dadaku berlipatkali karena aku sedang batuk.

serius, gak enak banget.

lama kelamaan, oh sudah berhenti main bakar-bakarnya.

EH kok  barusan ini ada bau bebakaran lagi. kalo bebakaran ikan mah enak. harum. menggoda iman dan takwa.

LHA INI?!

astagah, bener-bener ya, gak habis pikir kok ya seneng amat main api.

padahal, kalau bakar sampah, itu sama aja artinya dengan membuang sampah di udara.

lah, bayangin, ya, kalau sampah di udara itu kehirup. berarti kan sampah itu masuk ke dalam tubuh kita?!

mau disamain sama tong sampah?!

HUH!

*oke aku akui aku sedang emosi banget nih*

-aga-

Advertisements