ingat gak dulu waktu masih SD atau SMP dan terkadang saat SMA mama sering teriak-teriak seperti ini:

“agaaa, rapiin kamar!!”

“agaaaa, itu gelasnya kalau udah gak dipakai ditaruh dapur!”

atau…

“agaaa!! BELAJAR!!!!”

yah pokoknya nyuruh-nyuruh yang biasanya aku tanggapi dengan… “iya, SEBENTAR mahh…”

dan sebentar di sini bisa jadi memang benar-benar sebentar, bisa jadi 15 menit kemudian, bisa jadi… seminggu kemudian. dan akhirnya mama harus menyuruh lagi, lagi, dan lagi.

tapi sadarkah kalian bahwa ada di satu titik beliau gak akan menyuruh kita lagi? sadarkah kalian pada saat itu mama sudah lelah dan cukup kesal karena apa yang beliau minta tak kunjung dilaksanakan?

dan aku sadar kalian pasti sadar akan keheningan mama yang sudah tidak berkata-kata lagi.

bahkan kadang dalam keheningan itu kita segera tanggap dan malah mengerjakan apa yang disuruh mama.

what a childhood šŸ™‚

tahu nggak, sepertinya aku ada dalam fase itu.

ya, fase di mana aku bosan untuk menyuruh. capek untuk meminta. dan terlalu putus asa untuk berharap banyak.

tentu ini menyangkut masalah tugas-tugas kelompok di kuliahan.

seperti yang sudah sering aku singgung, aku bukanlah tipe orang yang bisa tidur nyenyak sementara ada tugas yang menumpuk. apalagi kalau tugas kelompok.

padahal aku sendiri gak becus-becus amat kalau diserahi tanggung jawab.

such a dilemma šŸ˜¦

belakangan aku hanya memberitahu sekali saja. misal, tolong buat resume jurnal ini dan kirimkan ke e-mailku maximal jam sekian hari ini.

sudah.

dan di kampus pun aku gak menyinggung-nyinggung hal itu.

aku hanya… capek. bosan.

parahnya…

mereka gak setanggap kita saat kecil dulu.

huff makan ati banget. aku sedih. aku pengen marah. pengen nangis. pengen… semua. campur aduk.

padahal kalau ada saling pengertian gak akan seperti ini jadinya.

all we need is understanding…

-aga-

Advertisements