hm.. belakangan kok postingannya tentang sakit-sakit terus ya? tapi tenang, yang sekarang sudah bukan tentang iceman maupun tudgeman. oke, memang susah ya untuk melepas orang yang kita sukai, tapi kalau gak dicoba dan diniati lama kelamaan kita akan terjebak di kehidupan masa lalu dan parahnya lagi di dunia pengharapan yang gak jelas akan terjadi atau gak.

well, i’m sick enough of waiting and going to make a real move

anyway by the way busway, hari selasa kemarin jempolku memar lebam biru begitu lah.

penyebabnya?

kejepit pengganjal pintu gerbang.

yang dahsyat, hanya dalam sekejap, bekas kejepit itu langsung berubah biru-merah. seperti sebuah sel, intinya berwarna merah dikelilingi sitoplasma warna biru. benar-benar gak ada dua menit.

sakit?

yahh, sedikit lah.

nangis?

yeee ngapain? dihembus-hembus sebentar juga udah kelar sakitnya.

so, what am i trying to say?

aku sudah kebal terhadap sakit semacam itu. mungkin lima tahun yang lalu kalau kejepit seperti ini sudah aku besar-besarkan sampai dikasih plester. sekarang?

cuek. bebek. kwek kwek.

hmph… rasa sakit ini kalau dicari persamaannya, bisa jadi adalah beban kuliah yang saat ini tengah dihadapi oleh semua mahasiswa. gak ada yang bilang kalau kuliah itu ringan. gak ada yang bilang kuliah itu mudah.

apa yang lebih susah dari diterima di universitas?

keluar dari universitas itu.

apalagi sudah tidak ada lagi orangtua yang bisa ditanyai kalau ada hal yang gak kita mengerti. dulu waktu masih SD, masih bisa tanya nyamuk apa yang menyebabkan malaria. sekarang mau tanya trombosit dibentuk oleh apa, asisten dosen histologi bisa menjelaskan jauuuh lebih baik daripada orang tua kita.

betul gak??

seiring dengan hampir berakhirnya semester 2, aku mulai menyadari. secara tidak langsung badanku sudah secara spontan menyusun jadwal ketika ada tugas diberikan. kalau untuk hari rabu, sejak jumat sudah dicicil. hari selasa sudah harus selesai. yah pokoknya hal-hal semacam itulah.

kata kakak-kakak tingkat, semester dua dan tiga adalah semester penuh… PERJUANGAN.

bejibun praktikum. bejibun pula laporan. dan makin bejibun yang ngulang.

haufh semoga aku bisa melalui semester-semester itu dengan baik…

layaknya imunisasi, kita disakitkan dulu agar saat dikenai kuman atau penyakit yang sama kita gak lagi kaget dan sudah mengetahui hal-hal apa yang perlu dilakukan untuk menghajar penyakit itu.

wahai kekebalan tubuh, meningkatlah dan kuatkanlah aku menerjang semuanya… 🙂

sometimes we need to get an immunization to be stronger than before…

-aga-

Advertisements