malam ini, secara menakjubkan aku tidak merasa ngantuk. gak seperti malam-malam sebelumnya yang jam 8 sudah jatuh tertidur.

mungkin, karena laporan biokimia belum selesai, padahal harus dikumpulkan esok hari. tapi, sampai saat ini aku masih duduk di depan laptop, blogging sembari mendengarkan acara Kick Andy yang sangat menyentuh.

mungkin, karena timbunan kafein. namun malam ini aku belum minum kopi. saat ini air masih dipanaskan. kopi belum dituang.

mungkin, karena kekenyangan akibat kerang rebus, kepiting saus tiram, dan cah kangkung tadi sebagai santap malam dengan papah.

atau mungkin, karena mendadak aku melihat nama Iceman tertera di facebook chat dengan kondisi idle.

———————————————————————————————-

ketika pergi mencari makan malam, langit tampak oke-oke saja. udara pun tak terasa aneh. yah…

it was just a usual night.

ternyata… usai makan di warung tenda itu…

BRESSSHHH hujuan turun dengan derasnya. papah sempat ragu untuk menerjang air hujan. tapi aku bilang,

“daripada kita nunggu, belum pasti berhentinya kapan. nekat aja yuk pah.”

eh, papah setuju. akhirnya kami berdua hujan-hujanan.

takut masuk angin?

ah, enggak. hujan segini doang mah mudah-mudahan gak ada dampak apa-apa.ย  malah aku suka hujan-hujanan. aku senang bajuku basah. aku bahagia diguyur air dari langit ini.

aku yakin aku gak akan sakit ๐Ÿ™‚

———————————————————————————————-

tapi aku salah. hanya dengan melihat namanya tertera, orofaringku seakan tercekat. ah, susah rasanya menelan air liur ini.

kenapa bisa?

cih, aku sendiri tak tahu mengapa.

———————————————————————————————-

sapa

tidak

sapa

tidak

sapa

tidak

———————————————————————————————-

sudahlah.

it’s probably better to keep this pain deep inside myself.

-aga-

Advertisements