3 olahraga – kalau memang bisa disebut olahraga – yang paling diminati masyarakat luas:

1. F1

2. MotoGP

3.Sepak bola

paling gak, aku paling minat sama 3 hal itu 🙂 dan… paling berhubungan dengan post-ku kali ini.

pernah merasa gak, kalau ada kalanya sesuatu yang terlihat, terdengar dan terasa baguuuusss banget buat kita nyatanya gak memberikan hasil terbaik??

it does sound better but it’s not always the best for us

mau bukti konkret? ada.. mau yang positif dan negatif? ada juga… dan masing-masing ada dalam ketiga olahraga yang aku singgung di awal.

di F1, pasti semua tahu pembalap asal Finlandia yang dijuluki The Iceman, yaitu Kimi Raikkonen. Juara dunia tahun 2007, yang saat ini terdampar di balap rally. TANYA KENAPA?

awalnya, kimi tergabung dalam tim McLaren. ya,aku masih ingat betul saat itu aku kelas 2 SMP. Kimi hebat, Kimi dahsyat. sayang, dia sial melulu. saat kontraknya dengan McLaren habis, datang tawaran dari Ferrari. tanpa pikir panjang, langsung di terima.

ah, dasar sial lagi. Kimi gak cocok di ferrari. performa nya menurun. dan aku pun diejek-ejek teman-teman karena kimi lebih sering melintir daripada melewati garis finish. hmph… sabar… beginilah nasib jadi fans setia…

si imut Michael Owen memang joss. dibesarkan dan terkenal di Liverpool, sayangnya Owen masih memiliki satu obsesi : jadi juara Liga Champions. karenanya, saat Real Madrid – yang adalah juara liga champions tahun itu – menawarinya kontrak baru, tanpa pikir panjang owen menerimanya.

daaan… datanglah…

keironisan pertama : Liverpool langsung juara Liga Champions saat ditinggal Owen

keironisan kedua : Owen cedera metatarsal. FYI, cedera ini adalah salah satu penyebab pesepakbola pensiun dini. padahal saat itu owen bahkan belum 30 tahun!!

keironisan ketiga : masa kontraknya habis dengan El Real, dan ia pindah ke Newcastle utd, masih cedera, dan hanya beberapa kali diturunkan. namun tidak sebagai lini utama.

untunglah, untuk contoh yang ketiga ini, di motogp, bukan contoh negatif. Valentino Rossi, hebat, nekat, ramah. dia rela pindah dari repsol honda ke yamaha padahal dia dan orang-orang sadar. yamaha tidak lebih bagus daripada honda.

tapi, hey! lihat sekarang. Rossi jadi juara dunia berkali-kali bersama yamaha. pengorbanannya terbayar!

see?

dari beberapa contoh yang ada, sedikit terkuak, bahwa what is better, isn’t always the best.

mari berandai-andai.

seandainya saat itu Kimi tidak mematok gaji yang naudzubilah mahal banget, mungkin McLaren sanggup menawarkan kontrak baru baginya. mungkin kimi jadi lebih berjaya di tahun-tahun berikutnya. nyatanya, dia memilih mempertahankan gajinya yang adalah gaji TERTINGGI di antara seluruh pembalap, dan pindah ke ferrari.

lanjut. oh oweenn… dirimu (saat itu) masih muda, nak… bersabarlah sedikit… kalau owen menunggu sebentaaar lagi, nikmatnya juara Liga Champions pun ada di tangannya. cedera metatarsal bisa jadi tak perlu ia derita. dan posisinya di timnas inggris gak akan terancam… sayangnya… 😥

daaan tepuk tangan untuk Rossi. salut padamu, boy. aku bukan fans nya, tapi aku salut dan kagum pada rossi.

mungkin sedikit aneh juga kasih contoh orang-orang terkenal. kalau mau contoh yang di kehidupan sehari-hari… gini:

misal, aku membiarkan kalian memesan buat bawa pulang pizza. terserah ukuran pan nya yang apa, berapapun jumlahnya. “monggo silakan pesen…”

pikiran pertama yang terlintas pasti… “MHUAHAHAHAHAHA!!!  DASAR AGA GOBLOOOKK!! AKUU BORONG SEMUA ISI TOKO!!! MHUAHAHAHAHA!!!”

it’s okay. aku kan udah janji.

eits, tapi tunggu dulu. apa kalian yakin akan menghabiskannya sendiri? kalaupun gak habis, apa kalian rela membagi pizza itu dengan orang lain? mumpung gratis lho ini…

dan lama kelamaan akan tercetus.

“tahu gitu, minta satu pan aja. daripada mubazir…”

again, see?

we need to re-think. what is truly the best for us. until the end.

-aga-

Advertisements