3 biji kata yang sangat mudah dimengerti. bahkan dengan kemampuan bahasa inggris anak SD kelas 6. let. it. flow. biarkan. semua. mengalir.

setelah sekian lama aku mengenal kalimat simpel itu, akhirnya baru saat aku menginjak semester dua ini mengerti apa artinya sebenarnya.

memang benar, untuk memperkaya kosa kata, kita harus bisa mempergunakannya dalam sebuah kalimat. misalnya yang masih sangat aku ingat di memori. saat aku dulu kelas 3 SD. yah, masih anak kecil, tahunya cuman permen, pekerjaan rumah, dan main-main. waktu pelajaran bahasa indonesia, sang guru menyodorkan sebuah kata: strategis.

gunakanlah dalam sebuah kalimat.

maknyuusss, emang strategis itu apa, yaaa?? *pikiran anak kelas 3*

akhirnya, yang aku buat adalah: letak perkemahan itu strategis.

entah apa pikiran guruku dulu. yahh, namanya juga gak ngerti.

nah, sekarang, coba berapa kali sehari kita ucapkan kata strategis? bahkan dalam memilih tempat duduk, kita memakainya, ‘kan?

“eh-eh, jangan duduk di sini, kurang strategis liat papan tulis.”

contoh lain lagi, beberapa hari yang lalu aku bilang sama papah.

“pah, buat makan malam, delivery service aja, ya.”

“oke, gapapa.”

“aku lagi banyak kerjaan, nih. pokoknya minggu ini hectic banget.”

“hectic, ya?”

“iya, hectic.”

“jarang lho dengerin orang pakai kata hectic. kalau orang biasa, belum karuan tahu hectic itu apa artinya.”

“hm…. iya. bener.”

sekarang, merasakan arti sesungguhnya dari sebuah kalimat, sebenarnya hanya merupakan perluasan dari contoh di atas. apa sih, maksudnya let it flow? banyak lho orang yang kasih saran, ‘udah, let it flow aja. let it flow aja, lah…’

biasanya sih, karena sebuah hubungan yang tanpa-status, kita dengan mudahnya memberi saran, let it flow aja.

apa hanya pada sebuah hubungan? enggak. oke, ya, gak semua masalah harus dikaitkan dengan masalah relationship. gak usah jauh-jauh, deh. di kehidupan sehari-hari aja bisa kok. dan aku bisa cerita begini karena aku baru benar-benar merasakan let it flow. yang sebenarnya.

dan, let it flow memang menyenangkan. plus merilekskan.

sungguh, aku gak bohong masalah minggu yang hectic. seakan-akan semua tugas tumplek blek di minggu ini. mulai dari praktikum, bikin laporan, sampai makalah dan presentasi. parahnya, aku bukanlah tipe orang yang bisa cuek dengan tugas kelompok.

kan ada juga tuh, orang yang cuek bebek, eh tau-tau tugasnya udah kelar dikerjain orang lain. NAH, aku bukan orang ini. aku adalah orang yang bersusah payah mengerjakan tugas yang terbengkalai.

memang kesannya sok pinter banget. tapi percayalah, kepintaranku bukanlah dari sisi akademis. aku lebih suka dibilang pinter karena pengetahuanku luas, dari pada pinter karena seperti kutubuku. lagipula, ini tugas juga menyangkut masa depanku, jadi gak ada salahnya lah bersusah-susah dahulu, dan <berharap> bersenang-senang kemudian.

ingat post ku sebelumnya tentang ketua kelas? akhirnya aku sudah menghadap pada dosen pembimbingku itu.

semalam sebelumnya, aku pasrah. terserah lah, nanti kalau mau dimarahin, kalau mau dicerca, dihina, apalah. aku terima. kepikiraaaaan terus semaleman.

sejam lagi mau menghadap. dag-dig-dug. makin takut. kaki udah gemeter aja. pengen jatuh. tapi mau gak mau toh akhirnya aku juga akan menghadapi dosennya.

bum-bum-bum. sang dosen menapakkan kaki ke ruangannya. eeeeeeeeep!!! jerit dalem hati. satu-dua-tiga. si ketua kelompok – adip – muter kenop pintu. krieeeet.

memang awalnya materi yang sudah kita susun disalah-salahkan. aku sudah sempet down. kok jadi gini, ya?? tapi lama-lama….

eh dosennya juga bantu kita kok. beliau mengarahkan, kita terlalu ambil susah, udahlah kalau masih ada yang gampang, ngapain cari susah. gini aja… bla bla bla bla bla..

pencerahan datang, dan mendadak sang dosen memiliki beberapa waktu kosong. wow mejik.

adip pun bilang, “bener, kan. udah, tenang aja. pasti beres. lancar…”

pertemuan pertama dengan sang dosen pun akhirnya berakhir dengan hasil cukup memuaskan. kita jadi tahu makalah serta presentasi apa yang akan kami buat. udah gak ragu-ragu lagi. apalagi salah satu kakak tingkat kenalanku mendadak menawarkan sebuah text book. bener-bener mejik.

ya ampun, jadi ini yang namanya let it flow?

-aga-

let it flow
Advertisements