komunikasi, dalam dan luar

mohon maaf sebelumnya, post kali ini sangat bernuansa masalah internal. masalah internal

di sini adalah, problema yang tengah mengguncangku di fakultas kedokteran gigi. lebih

spesifik lagi, trobel yang ada di kelasku di angkatan 2009. jauh lebih dalam lagi, ini

adalah masalah komunikasi.

gak pernah ada yang menyangkal, kuliah di kedokteran gak gampang. memang berat, sekalipun

di fakultas kedokteran gigi.

di fkg universitas tempat aku menimba ilmu sekarang, dalam satu angkatan dibagi dua

jurusan. jurusan pendidikan dokter gigi dan jurusan keperawatan gigi. aku ada di jurusan

pertama.

di jurusan PDG, ada dua kelas. kelas genap dan ganjil. aku ada di kelas genap.

tampaknya, kami, kelas genap dan ganjil benar-benar berjalan sendiri-sendiri. bener-bener

loe loe, gue gue. padahal eh padahal kalau ditilik, kita toh sama-sama satu angkatan, satu

jurusan, satu fakultas, satu universitas.

namun kami berdua beda banget. kelihatan banget jeda di antara kami.

gak usah jauh-jauh, yang aku curhatkan di sini adalah masalah komunikasi.

hari ini aku sangat bingung. lebih dari bingung. gundah gulana. lebih parah lagi, mungkin.

aku DEPRESI.

seorang dosen memberi tugas, biasalah ada makalah dan presentasi. memang di awal kuliah,

beliau sudah menjelaskan, bahwa sebelum dipresentasikan, tugas ini harus di ACC. selesai.

ya sudah, aku dan kelompokku pikir, ini tugas biasa, sama seperti yang lain. ngerjain

mepet-mepet juga bisa. habisnya kami memang sangat disibukkan dengan praktikum dan laporan

yangg bejibun naudzubillah.

mulai minggu lalu, aku mulai riweuh. mulai bilang sana sini, carikan bahan. carikan bahan.

dan tiba-tiba pagi ini, saat kuliah dosen tersebut, beliau bertanya.

“lho ini mana kelompok yang satu nya tidak pernah sama sekali menghadap saya. siapa saja

kelompoknya?”

tahu, nggak? awalnya AKU ANGKAT TANGAN SENDIRIAN.

haloooooo yang lainnya mana?!?!? aku takut. aku sedih. aku galau. mana dosennya

melanjutkan,

“kalau gak ada yang mengaku, ya sudah, biarkan saja. paling juga nilai kalian enooooool.

silakan mengulang tahun depan.”

JDUAR! hati siapa yang gak kaget?

sumpah, aku bingung setengah mati. mana seminarnya minggu depan, 30 maret ini. segera

kukumpulkan anggota kelompokku. dan minta bantuan ketua kelasku. aku segera protes pada

ketua kelas.

“kok gak ada yang kasih tahu kita harus ada konsultasi-konsultasi-an?”

“lho kan di awal kuliah sudah.”

“ya kan lupa!”

“lha, aku pikir kalian sudah tahu, jadi ya nggak aku umumkan.”

masya Allah, ketua kelasku malah jawab gitu. aku makin bingung. mana temen-temen kelas

ganjil itu sudah berkali-kali menghadap dosen tersebut. makin lemas lah aku.

stres, aku pulang dengna langkah gontai, dan bertemu dengan teman sekelas yang sedang

nonton futsal. dia bilang,

“aku juga gak tahu kok ga, ada konsultasi segala.”

“NAH!! tapi kok kelas ganjil bisa sudah sampai 5 kali konsultasi? kita gak tahu apa-apa!”

“habis, ketua kelas mereka kan aktif, banget. dia tiap hari pengumuman. jangan lupa, ada

tugas ini. ada tugas itu. tolong menghadap dosen ini, tolong menghadap dosen itu.”

“astaga, beda banget sama ketua kelas kita yang ngelepas kita gitu aja. padahal kita kan

gak tahu apa-apa.”

“iya, bener. beda banget.”

apa inti post kali ini?

satu.

wahai ketua kelas ganjil dan genap, komunikasi lah, tukar info, sebarkan pada yang

lainnya. kita sebagai warga kelas, jelas gak akan ngerti apa-apa kecuali dari kalian!

kalian itu yang menghubungkan kita dengan dosen. sekecil apapun pengumuman, tolong

sampaikan.

dua.

gak semua orang daya pikir dan tangkapnya sama. kalian sudah dilantik sebagai ketua kelas.

apa tugas ketua kelas? mengatur dan memimpin kelas, kan? memang berat dan terkesan

semena-mena. tapi itulah tanggung jawab kalian!

tiga.

aku pasrah, teman-teman. badanku remuk redam. aku gak yakin bisa menghadap dosen itu dan

menyelesaikan makalah dalam waktu kurang dari 1 minggu kalau harus pakai

konsultasi-konsultasi segala. doakan aku, ya.

satu lagi pintaku: cepat-cepat tiba di hari libur paskah. bukannya apa-apa. satu hari

libur sangat amat berarti untuk mengistirahatkan otak serta psikis ku. aku letih. lahir

batin.

-aga-

Advertisements