aku masih ingat betapa terpukaunya aku melihat penampilan Anthony Fedorov di pentas American Idol season ke-4. apakah suaranya memang bagus? ehm… sejujurnya, lebih karena dia tampan rupawan, sih. hehehehe. toh dia juga gak berhasil lolos ke babak tiga besar. di season ini, penyanyi country Carrie Underwood berhasil jadi juara dan hingga saat ini karir Carrie terus menanjak.

berganti tahun, kali ini penampilan beat-boxer Blake Lewis yang membuatku menganga. memiliki ciri khas sendiri, nyanyian Blake hampir mustahil ditirukan. dan eits, tak hanya modal tampan, Blake ini masuk final, lho. sayangnya Jordin Spark mendapat vote lebih banyak daripada Blake. jadilah Blake hanya jadi runner-up.

tahun berganti, season berikutnya aku sudah maleeees banget buat ngikutin American idol. paling cuma nonton sekali-sekali. eh, belakangan ada acara serupa, hanya lebih universal. pasti sudah tahu kan acara America’s Got Talent? di AGT ini sepertinya semua macam kelebihan bisa ditunjukkan asal menarik untuk disaksikan.

intinya apa, sih?

acara-acara tersebut merupakan ajang pencarian bakat. khusus untuk American Idol – yang diadaptasi di Indonesia jadi indonesian Idol dan Akademi Fantasi Indosiar – yang ditelusuri adalah bakat menyanyi. yah, sudah diketahui bersama bahwa suara setiap orang berbeda-beda dan punya keunikan sendiri. masing-masing pribadi memiliki bakat terpendam, dan program-program itu membantu kita untuk mengeluarkannya.

sayangnya, sampai sekarang masih ada sebuah tanda tanya besuaarr dalam kepalaku.

apakah yang sebenarnya disebut bakat atau talenta itu?

buat temen-temen FKG UGM pasti jawabnya gini,

“talenta? warung makan di sebelah apotek itu kan? deketnya Sardjito. enak itu, ga!”

oke oke, memang ada warung makan di dekatt lingkungan FKG UGM namanya talenta, tapi bukan ini yang aku maksud.

beberapa minggu memperhatikan AGT, ternyata publik amrik mengartikan talent dengan berbagai macam perspektif. ada yang nyanyi, nari, main musik, sulap, ngelawak, senam, sampai yang absurd seperti baca puisi dan memainkan boneka tangan.

menyanyi memang gak gampang, dan aku salut banget buat orang yang bisa nyanyi. yah, bisa dimengerti karena toh aku sendiri cuma penyanyi kamar mandi dan penonton favoritku adalah botol sabun. penyanyi pun macem-macem. ada penyanyi seriosa, jazz, country, rap, dan masih banyak lagi. masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya.

profesi penyanyi itu jangan dikira gampang tinggal buka mulut terus nyanyi gitu doang, lho. suara kita tetep harus dilatih. setiap hari mesti latihan do-re-mi-fa-sol-la-si-doooo. tanya kenapa? karena suara kita berasal dari getaran pita suara, dan layaknya besi, pita suara pun bisa ‘berkarat’. maka dari itu, kalau ditanya harta apa yang paling berharga bagi seorang penyanyi? mestinya mereka menjawab PITA SUARA. tanpa pita suara, mereka mati. jadi pengamen pun gak bakal keluar suaranya.

lanjut, menari.

please, guys, jangan underestimate penari karena nge-dance menguras energi. oh, yea, i mean it. selain itu, untuk bisa jadi penari, tubuh ini gak boleh kaku. mesti lentur biar bisa mengikuti alunan musik dan koreografi yang sudah tercipta. tarian yang paling susah? well, aku bakal bilang balet. tapi hip-hop dance pun gak mudah karena hentakan kakinya super cepet dan gerakannya susah diprediksi. dan tarian india pun gak gampang! bayangkan, menyerasikan olah tubuh sekian banyak orang agar tetap harmonis dan gak saling mendominasi!

nah, sekarang main musik. alat musik itu macem-macem lho. dari piano, drum, gitar, seruling, sampai angklung, kecapi dan rebab itu juga alat musik. standarnya sih, seorang cowok harus bisa main gitar. si arai sampai ngebet banget belajar nggenjreng gitar untuk menarik perhatian zakiyah (nama ceweknya bener gak, sih? aku agak lupa nih. hehe 🙂 ) lagipula, bisa nggitar adalah modal utama seumpama kalian kehabisan duit.

ambil gitar, pergi ke lampu merah, jreng-jreng-jreng, “begini naasiib, jadi bujangaaan…’ cring-cring dapet duit receh deh. coba kalau alat musik yang bisa kalian mainkan drum. byuhh nyeret-nyeret tom-tom, bas, snare… oh, parah lagi kalau bisanya main piano klasik. masa’ mau nggeret piano segede itu ke jalan?

impossible.

ergh, dari 3 contoh di atas, mari tengok lagi.

apakah bakat itu?

ambil kesimpulan, deh, ya. bakat itu bisa jadi sebuah sifat bawaan yang ada dalam diri yang harus dikembangkan agar makin terasah dan jadi ciri khas sendiri bagi kita. kenapa sifat bawaan? karena toh main drum perlu koordinasi tangan, kaki, dan mata yang baik. karena nyanyi kalau suaranya gak stabil bisa bikin kafe bangkrut karena gelas-gelas pecah semua. insting kita harus masuk dan bekerja sama dengan panca indera kita.

mungkin ada pendapat lain? silakan, bisa di share…

terus seringkali kita lihat ada artis, misalnya nih, Shia LaBeouf. terus tercetuslah omongan, “wah Shia bakat jadi artis! aktingnya bagus!”

atau, melihat kenekatan Jorge Lorenzo dalam balap membalap di motogp, keceplosan lah bilang, “wuihhh Lorenzo mantap! punya bakat dia! gak kaya’ Nicky Hayden yang modal beruntung doang.”

oh, gak usah jauh-jauh ya. minggu lalu aku praktikum mbengkokin kawat klamer untuk disain ortho di kelas Teknologi Kedokteran Gigi, dan temenku bilang, “ya ampun, aga bakat banget mbengkok-mbengkok-in kawat.”

coba, deh. cuman buat mbengkok-in kawat, diperlukan bakat?? jadi seumpama aku tiba-tiba nongol di hadapan juri AGT dan bilang dengan pedenya,

“friend of mine said that i’m good, i have talent, in bending clamer. so, i’m gonna show you all how to bend clamer!”

clap-clap-clap!!! standing ovation. The Hoff menangis terharu. Sharon osbourne melongo speechless, dan Piers tepuk tangan keras sekali.

sumpah, gak lucu banget. sejauh ini, sampai poin ini, yang dinamakan bakat bener-bener abstrak, ya? hm… o.O

nah, sekarang menginjak ke pertanyaan berikut.

kawan-kawan sekalian,

apakah bakat kalian??

apakah ada di antara kalian yang sudah yakin sepenuh hati bahwa kalian punya bakat??

semisal ada yang menanyakan hal serupa padaku, wow serius, aku gak tahu harus bilang apa.

masalahnya gini. aku bisa nggenjreng gitar. tapi belum mahir nge-tab. aku bisa nge-dance. tapi untuk menirukan tarian hip-hop dan balet? maaf, aku angkat tangan. dan kemampuanku yang paling bagus adalah aku bisa main piano. aku pernah beberapa kali juara kompetisi piano. tapi belum bisa menciptakan lagu.

sampai saat ini, aku belum menganggap bermain piano menjadi sebuah bakatku.

setiap kali menonton AGT, bener-bener deh pertanyaan itu mengganjal. bikin penasaran, gak, sih??

sebenernya bakatku itu apa?

mungkin nanti kalau udah dewasa, bakal aku bikin program baru. bukan ajang pencari bakat. tapi…

AJANG PENEMU BAKAT.

tertarik?? ayo ayo daftar, tulis nama, TTL, alamat, dan nomer telpon, kita kerja sama bareng 😉 gaji dibagi sama rata. wkwkwkwk

-aga-

Advertisements