5 huruf berbeda. terangkai jadi satu kata, namun memiliki sejuta arti berbeda. apa itu? CINTA.

materi paling menarik bagi seorang penulis lagu mungkin adalah cinta. cinta itu universal. gak melulu terpaku pada cinta pada kekasih. bisa cinta pada keluarga, sahabat, sampai pada Tuhan YME.

contohnya lagu tentang cinta pada kekasih udah banyak ya. mulai dari falling in love at the first sight, misalnya Savage Garden dengan I Knew I Loved You; lalu saat seseorang tengah dimabuk cinta seperti As long As You love Me yang dinyanyikan oleh Backstreet Boys; dan ada pula saat kita harus mengakhiri hubungan itu sendiri seperti Love Drunk-nya Boys Like Girls. bagi yang pengen tahu liriknya tinggal klik di judul lagunya aja ya ๐Ÿ™‚

sementara, cinta yang ditujukan pada seorang sahabat, bisa dilihat dari memori Taylor Swift tentang Abigail di lagu Fifteen atau kebersamaan Wildcats di High School Musical dalam lagu We’re All In This Together. dan untuk cinta pada keluarga, tersirat pada lagu Never Gone milik Backstreet Boys pula yang ditulis Kevin untuk mengenang kepergian seorang keluarganya.

intinya, ada banyak hal tentang cinta yang bisa diungkapkan lewat untaian kata-kata dan tak terbatas.

talking about love is endless. somehow, sometimes, it came without knocking. and it never leaves as the track keeps elongating and never reaches the chequered flag.

kenapa mendadak aku posting sesuatu yang mellow dan cengeng? karena aku bingung. aku gak ngerti tentang hal ini. aku gak pernah ngerti gimana ‘cinta’ bekerja.

di film, cerita, novel, membuat satu karakter jatuh cinta pada karakter lain tampak sangat mudah. mereka bertemu, tatap muka, berpandangan tepat di mata, dan dalam waktu kurang dari dua jam mereka bersatu, film selesai, happy ending.

oh, seandainya aku jadi karakter itu, mungkin sekarang aku sudah punya 7 anak.

see, di film segalanya terkesan… ZAP!! TRIING!! mudah tertebak. sampai-sampai kita – aku terutama – berpikiran bahwa hal itu bisa diterapkan di kehidupan nyata.

hasilnya?

the big zero.

oh hell, ada adegan seorang cowok sedang jogging pagi di sebuah kompleks, dan tiba-tiba ia melihat seorang cewek yang tinggal di beberapa blok sebelah timur rumahnya. memelankan gerak kakinya, si cowok menghampiri cewek itu, kemudian menyapa.

“hai!” si cewek mengerutkan dahi, tapi tetap membalas, walaupun sedikit enggan.

“ergh… hai.” gak putus asa, si cowok berkata.

“kok aku baru lihat kamu, ya?” mulai agak penasaran, si cewek sudah tidak mengerutkan dahi dan kini menyunggingkan seulas senyum.

“ya, aku juga baru lihat kamu.” terus si cowok nyengir lebar, mengulurkan tangan.

“aku Martin.” menjabat tangan si cowok, si cewek membalas.

“aku Aga.” dan mereka pun mulai kencan dan di akhir cerita mereka jadian.

well, cerita fiksi ini sebenarnya gak mengada-ada, ‘kan? sebagian orang ada yang tinggal di kompleks perumahan. hei, aku tinggal di kompleks perumahan. tapi, nyatanya apakah ada seorang cowok lewat, dan sengaja mampir di depan rumah orang asing hanya untuk kenalan? ENGGAK. iya, memang ada cowok jogging pagi dan lewat depan rumahku itu, tapi dia temen sekelasku dan ujung-ujungnya juga cuman nyapa dari jauh, “WOY, GA!!” dan aku bales, “HOY!!” terus dia lanjut lagi lari. end of story.

cinta dan nafsu itu beda. sekilas orang pasti bakal bilang, “ya iyalah beda!!” tapi saat ditanya, tahu gak bedanya apa? pasti deh gak semuanya langsung sedetik kemudian jawab.

temenku, namanya ali, jagi banget masalah beginian. dia bilang, ‘kalau kamu ngebet pengen jadian sama seseorang karena, misal, badannya keren atau ganteng, itu namanya nafsu. dan biasanya cuma sesaat aja. TAPI, kalau kamu suka seseorang, sepenuh hati, kamu cinta dia, gak mesti jadian gak akan jadi masalah. hanya dengan mengetahui dia baik-baik aja, dia sehat, dia bisa tidur nyenyak, dan kamu tersenyum melihat gerak-geriknya, walaupun hanya dari kejauhan, itu cinta’.

oke, aku tahu ada temen-temen yang gak setuju. tapi definisi itu meyakinkanku bahwa cinta itu njlimet. gak ada yang bener-bener paham layaknya 1+1=2. bak ilmu sosial, cinta adalah sebuah esai terbuka yang gak pasti dan bisa-bisa semua jawaban benar.

hm… sejak kelas 2 SMA, aku suka sama seorang cowok. dari dulu kuinisialkan namanya jadi Iceman. seperti nama samarannya, dia memang cool banget. cakep? well, kita bisa bilang seseorang cakep/cantik karena kita suka dia. bukan karena dia tampan kita cinta dia. satu hal yang pasti, iceman ini JENIUS. dia sangat sangat pintar.

hyaah di muka umum, di kelas, sudah tentu aku menutupi perasaan ini. darinya, dari teman-teman sekelas. di kehidupan pribadi? hmph… paling cuma sekadar sms, dan gak pernah lebih panjang dari 3 kali reply. poin penting di sini, sepertinya iceman gak tahu kalau aku ada perasaan untuknya. namun, lama-kelamaan isi sms dari iceman mulai konyol. dia ngelucu, dan notabene di kelas dia anteng dan kalem.

wajar kalau cewek biasa membagi rahasia pada teman baiknya. jadi, perihal aku yang memendam perasaan pada si iceman ini aku ceritakan pada seorang sahabatku, namanya amik. dia jadi sarang curhatku, tukang kasih saran, dan menjadi penyemangat untuk jangan menyerah.

tapi apa boleh dikata, menginjak kelulusan kita harus pisah jalan. aku melanjutkan kuliah di Jogja, sementara iceman tetap bertahan di malang. sedih? pasti. tapi okelah, let it flow aja. toh kalau jodoh gak kemana. itu patokanku.

tapi lama-lama putus asa juga. dan putus asa ku ini gak hanya terjadi sekali. terjadi berkali-kali. hopeless, terus bangkit lagi. hopeless lagi, bangkit lagi. mengapa hal ini terjadi? karena aku belum menemukan sosok pengganti yang membuatku bisa melupakan iceman.

ya ya ya, picisan banget. ketawa aja.

sebenarnya, sejak semester akhir kelas 3 SMA, ada satu lagi cowok, sebut aja tudgeman. satu hal untuk tudgeman, dia aneh dan aku gak suka dia. perilakunya sumpah freak abis.

tapi, dan benar-benar sebuah TAPI yang besar. bold, italic, underline it, tudgeman datang saat aku down. saat aku hopeless untuk kesekian kalinya pada iceman, dan entah kerasukan apa, setiap sms yang tudgeman kirim selalu aku balas.

hingga kira-kira 2 minggu yang lalu tudgman mengirimkan sebuah sms pembuka, yaitu:

‘hai, lagi sibuk? aku mau bicara sesuatu.’

mampus. mampus. mampus. ini pasti ada sesuatu. terus aku bales.

‘enggak, cuman lagi nunggu travel dateng. bicara aja.’

ya, malam itu aku merencanakan untuk pulang kampung mumpung liburan ๐Ÿ™‚ hal berikutnya, setengah jam sebelum travel menjemput, apa yang aku takutkan terjadi.

tudgeman nembak.

terima, enggak. terima, enggak. terima, enggak.

terima? aku bisa aja terima dia. tapi ada sesuatu, seperti dalam bawah alam sadarku yang terus menolak. hatiku melakukan denial terus menerus. jangan. jangan. jangan. JANGAN.

dan dia aku tolak.

kenapa aku tolak? logika, tudgeman itu perhatian banget. waktu ada gempa di jogja, dia orang pertama yang menanyakan kabarku. padahal aku sendiri gak tahu bahwa semalemnya ada gempa. waktu musim hujan, dia juga bilang padaku untuk jaga kesehatan, banyak istirahat. ketika aku mau ujian akhir semester, dia sengaja kirim sms sekadar ucapkan Good Luck.

iceman?? boro-boro bilang good luck, bales sms ku aja jarang.

namun satu hal yang aku tahu. deep down, aku masih ingin memberi iceman kesempatan. aku masih nunggu dan seakan-akan aku rela nunggu hal yang sama sekali gak pasti.

nah, lihat, ‘kan? cinta, logika, rasio, dan emosi obviously tidak berada dalam famili yang sama. atau jangan-jangan mereka sudah berbeda ordo meskipun masih dalam naungan kingdom yang sama. jangan sekali-sekali menyatukan cinta dengan logika, rasio dengan emosi.

it seems i’ve seen oasis for my thirsty heart, but it’s just an illusion which makes me keep moving to find the real one. i’m lost in the middle of nowhere desert.

-aga-

Advertisements