sebelum masuk ke topik, coba deh, aku mau tanya. siapa yang punya lebih dari 1 akun pertemanan? di depan layar laptop/komputer masing-masing angkat tangan dong.

hihihihi kaya’ bakalan kelihatan aja.

oke, aku angkat tangan deh. saat ini ngurusin dua biji akun. facebook dan twitter. dulu pernah punya friendster sama hi5. tapi belakangan friendster makin membingungkan karena ku bahkan gak tahu nama temenku itu siapa. lha namanya aneh-aneh, mana fotonya di edit sampai seabstrak picasso, gimana bisa keep in touch?? ada yang namanya wawan aja fotonya pake gambar kemen rider. setahuku, terakhir kali aku ketemu sama yang namanya wawan dia malah pake kaos garis-garis item-abu-abu dan didorong dikit aja langsung jatuh.

nah, sekarang, giliran facebook yang mulai terbengkalai. sangat disayangkan alasannya hampir sama. namanya aneh-anehhh. padahal dulu seneng banget pakai facebook. bisa nyari temen-temen SD, SMP berbekal buku kenangan. masukin nama lengkap dan ta-daaa! ketemu.

sebenernya ada satu lagi alasannya kenapa sekarang aku sedikit mengurangi update status di facebook.

semua pasti tahu kasus ibu prita, ‘kan? bermula dari notes, eh bisa sampai di penjara. bahkan ada duit sebesar 650juta yang dituntut untuk dibayar – terus orang-orang ngumpulin koin itu lho. ngeri, ya?

ngeri banget.

padahal kalau dipikir-pikir… kok bisa ya notes pribadi kita kebaca sama orang luar? kok bisa nyebar??

apa artinya?

artinya, apapun yang kita masukkan di facebook, ternyata tidak seaman yang kita pikir.

ada kasus terbaru, seorang cewek 18 tahun kena percobaan 5 bulan karena menjelek2an cewek lain yang diduga selingkuhan cowoknya via facebook.

ehmaigah. apakah sudah sesempit ini lingkup kita untuk bisa mengurusi segala sesuatu secara pribadi? apakah semuanya harus dibawa ke pengadilan? plis, ya, urusan seperti cewek itu kan sebenernya penyelesaiannya simpel, gak perlu sampai dibawa ke depan hukum. tanya baik-baik, kek, terus kalau emang udah gak bisa diselamatkan ya uda sih, putus aja.

kenapa mesti ke pengadilan???

ampun deh. setelah mulut yang harus dijaga omongannya, sekarang jari-jari pun gak bisa bebas bergerak di keypad ponsel dan keyboard laptop.

banyak yang bilang, akhir-akhir ini dengan makin terbatasnya ruang gerak publik untuk menyuarakan aspirasi dan pendapatnya, seakan-akan kita dibawa kembali ke zaman orde baru. koran-koran dipreteli. setiap mau bikin berita harus ada surat izinnya.

segalanya jadi ribet. riweuh. gak asik. mulut mesti terbungkam dan tangan terborgol di belakang sementara kaki terikat di tempat.

tapi eh tapi, di lain pihak, terlalu bebas berpendapat pun juga gak baik. buat para tweeps, atau twellas, atau tweethearts – apapun sebutannya, pengguna twitter – indonesia 100% tahu kan masalah rana dan marsha? mereka berdua adalah contoh user twitter yang terlalu blak-blak-an.

rana, seorang cewek, murid SMP di jakarta, menggemparkan dunia twitter dengan mengatakan bahwa BB users alay. dampaknya?

trending topics nomor 2 di dunia. hujan hujatan ke akun twitternya hingga ia menghapus akunnya. banjir hinaan di blognya. dan bahkan temannya hampir-hampir gak mau ngakuin rana sebagai temannya sendiri.

kasihan gak sih? kasihan sih sebenernya. apa rana salah? gak seutuhnya, lho kalau menurutku.

ayo deh, kita pikir bareng-bareng. jangan esmosi dulu. pelan-pelan saja. BB itu harganya mahal kan? okelah bagi sebagian besar orang, beli BB itu gampang. tapi sama aja, gak fungsi kalau gak langganan blackberry internet service nya. ya kan? dan minimal sebulan itu berapa sih? 150 ribu-an bukan?

aduh, dalam satu tahun cuma untuk langganan, sudah hampir satu juta sendiri lho. coba ditabung, bisa buat beli CD banyak banget. bisa buat beli buku sekolah. bahkan bisa buat menyekolahkan satu anak jalanan.

jadi, BB untuk anak-anak seumuran kita? apakah penting? apakah kita benar-benar butuh BB? sekrusial apakah hidup kita tanpa BB? kenapa harus BB? bukannya ada merk lain yang modelnya gak kalah keren?

nah, mulailah bertanya pada diri sendiri. jangan komentar dulu. tenang, dan tanyakan pada pantulan kalian di cermin.

sesungguhnya, rana gak salah. mungkin hanya cara penyampaiannya yang kurang tepat. tapi terlepas itu, ini salah kita yang berpikiran pendek. ini salah kita yang terlalu cepat terpancing emosi. inilah kepribadian bangsa indonesia yang memprihatinkan.

untuk marsha, ehem… yahh me myself sih memang beropini dia lebih keterlaluan daripada rana. untuk seukuran anak SMA, yang harusnya sudah lebih dewasa, marsha sangatlah immature. kekanak-kanakan. hanya karena gak puas sudah meng-follow satu akun yang bernama WordLoveforus, ia terang-terangan menghina dengan mencantumkan <mention> wordloveforus. followers wordloveforus yang sudah sampai 13 ribu pun gak terima. jadilah perang twitter.

ah, rupanya belum cukup bagi marsha, karena di salah satu tweetnya ia menuliskan bahwa sekolah negeri kampungan, isinya anak alay semua, gak seperti sekolah swasta. ouch, yang awalnya cuma pakai senapan dan pistol, sekarang mulai ada granat dan bazoka.

bagaimana dengan yang nulis ini?

ehm… dari TK hingga kuliah ini, aku di sekolah negeri terus. alasannya ada 2. pertama, kualitasnya bagus kok. engga kalah sama yang swasta. kedua. biayanya emang murah. kalau ada yang murah, ngapain yang mahal?

yahh jujur-jujuran deh. aku gak mau membebani orang tua lebih banyak lagi. tanpa masuk swasta pun biaya yang harus dikeluarkan sudah banyaaaak banget. percaya deh, yang berpikiran seperti ini bukan cuma aku, ‘kan?

apalagi saat menginjak bangku kuliah. tobaaaat, biaya masuknya aja, aduh. kerja keras berapa tahun itu?? dan orang tua kita mengeluarkannya dengan ikhlas, hanya berharap kita dapat yang terbagus.

JADI…

mengucapkan itu jauh lebih mudah dibanding menerapkan. doing what we say is hard. but to be a better human, it’s worth to try.

mulai dari saat ini, detik ini, kita memang harus menjaga omongan, tulisan, dan perbuatan jauh lebih ketat dari sebelumnya. lupakanlah kasus-kasus seperti ibu prita. lakukan hal ini untuk dirimu sendiri. untuk diri kita sendiri. dunia tengah galau dan labil. untuk apa menambahi beban negeri ini dengan permasalahan-permasalahan yang bisa dicegah jauh-jauh hari? ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. oke oke??

take care guys 🙂

-aga-

Advertisements