asik kali ya punya kaos dengan tulisan i F1. bakalan ngalah-ngalahin i NY :3 hahaha. eniwei, sebulan lagi kehidupan saya akan kembali bergairah, menyenangkan, dan cerah ceria! tanya kenapa? tentu saja karena musim balapan F1 akan kembali lagi dan saya adalah pecinta balapan itu.

sayangnya, harus diakui untuk musim ini tidak semenarik yang dulu-dulu. gak tahu kenapa, padahal michael schumacher balapan lagi. dan sudah bukan rahasia lagi kalau doi adalah bembalap yang sangat amat berbakat. talented dan calm banget di lintasan. ingat waktu mobil ferrari pernah terbakar saat schumi pit stop beberapa tahun yang lalu? waktu itu saya masih smp kelas 2 kaya’nya, berarti 5 tahunan yang lalu lah. dan pas itu schumi santai-santai aja, gak tampak panik sementara kru ferrari di pit stop buru-buru menyemprotkan co2. pokoknya memadamkan api dengan segala cara. selain itu schumi juga dikenal sebagai pembalap yang ramah… lingkungan? well, mari berharap dia ramah lingkungan juga. yang pasti, schumi rajin menyapa personel ferrari, setiap rapat, penting maupun nggak penting, selalu datang, dan yang satu ini nih. murah senyum. senyum schumi khas banget.

kelihatannya nih, salah satu penyebab saya jadi gak berminat nonton F1 lagi musim 2010 ini karena hilangnya satu pembalap jagoan saya sejak kelas 2 smp. siapakah dia? no others, kimi raikkonen. yep, the iceman kimi raikkonen. kimi musim ini terpaksa absen karena – sigh – gak ada tim yang berminat karena dia mematok bayaran yang paling tinggi jadinya gak ada yang sanggup bayar, padahal performanya belakangan menurun. yang paling parah, kalau balapan, dia bukannya nempel mobil depan, eh malah nempel mobil belakang. dengan kata lain: melambat, gak bisa terima tekanan.

i solemnly swear, waktu kelas 2-3 smp, kimi nggak gitu deh. lebih tepatnya saat dia masih di mclaren. gak peduli siapa partnernya, kimi yahud abis. udah ganteng, hebat pula. sayang sudah nikah waktu kimi mau pindah ke ferrari, saya sebagai seorang penggemar dan penyemangat dari layar kaca kecewa.

haloooo imej iceman sama warna ferrari yang berapi-api tuh gak cocok kaliii!!! merah menyala lawan mata biru kimi yang cool. kuda jingkrak versus rambut pirang jambul acak yang bisa bikin cewek-cewek melting. gak matching. sama sekali gak cucok. kalau masuk runway, heidi klum bisa bilang ini fashion disaster kali.

dan ternyata memang – bahasa jawanya – gak gathuk. kimi itu orangnya kan cuek bebek kwek kwek, he does what he wants. he wants what he does. seumpama ada rapat kecil-kecilan. kimi ngerasa itu gak penting-penting amat, ya udah, paling gak dateng. yahh mungkin dateng, tapi nelat. terus yang dia kenal di paddock juga paling beberapa personel ferrari doang. enggak seramah schumi. well, sounds horrible, tapi entah mengapa hal itulah yang membuat saya makin jatuh cintrong sama kimi. ihihihihihihihi

dan.. truth be told, mobil ferrari gak sebagus mclaren jaman jaya-jayanya. okelah, mungkin mclaren sekarang pun masih jaya, tapi ada si lewis hamilton noh. waktu pertama kali dia tampil, wah respect banget. so down to earth banget, mana kelihatannya anak baik-baik. ehhh begitu muncul skandal jepit dia selingkuh, lah, yang bertengkar sama alonso – padahal alonso pembalap pertama! – yang sama nicole scherzinger, lah. ewwww gak, makasih, anda masuk daftar blacklist saya, hamilton. tapi balik lagi sekarang persaingan di F1 makin ketat dan sulit. butuh biaya tinggi, sehingga tim-tim papan tengah ke bawah dibuat keder, bahkan ada yang terpaksa gulung tikar. setiap mobil dibuat memiliki kekuatan yang relatif sama. jadi gak ada lagi dominasi ferrari dan mclaren seperti jaman dahulu kala waktu schumi dan mika hakkinen bertempur. belum lagi regulasi-regulasi mesin, komponen, dan suku cadang yang njlimet. duhh

oke, F1 tetep menyenangkan dan menarik untuk disaksikan, kok. tapi rasanya ada yang kurang gak melihat mobil merah ada yang melaju di urutan 5 besar. saling salip dengan mobil abu-abu, dan akhirnya di podium satu pembalap berkostum merah naik, dan ada pembalap baju abu-abu pula. satunya mah terserah aja, gak peduli.

yang jadi penekanan bagi saya di sini, F1 itu bisa dibilang nyawanya ada di ferrari. disusul dengan mclaren. sama seperti jonas brothers, nyawanya ada di nick jonas. okelah gak usah jauh-jauh, kerispatih dah, identik dengan sammy kan? nidji, yang dinanti pasti giring. setiap event itu pasti ada point of interest nya. dan pada F1, akhir-akhir ini point of interest nya jauh berkurang karena ferrari kurang garang.

well, di kehidupan ini banyak banget digunakan klausa sebab akibat dan perandaian. kalau dulu aku gak gini, pasti sekarang aku gak gitu. di F1, wauw ditemukan banyak banget hal serupa. contohnya, kalau kimi gak pindah ke ferrari, alonso gak sempet pindah ke mclaren, dan schumi gak pensiun, pasti sekarang mereka bertiga bakal jadi pusat perhatian. kalau timo glock bannya gak pecah dua tahun lalu, felipe massa yang akan jadi juara dunia, bukannya hamilton kucluk itu. kalau hamilton gak bikin perkara sama alonso, kalau dia bisa menghormati kedudukan alonsi sebagai senior, mclaren bakal jadi tim tersolid dan jadi tim terkuat. kalau… kalau… kalau…

bagaimanapun, however, hal-hal itu sudah lewat ya. untuk kedepannya, saya akan berusaha mengikuti F1, walaupun kimi sekarang ada di balap rally. semoga di tengah musim ada tim yang ingin mengembalikan kimi ke jalur F1 lagi, harapan terbaik :d

nah, selamat menikmati F1, semuanya. untuk yang belum tertarik nonton, musim ini bukan awalnya yang buruk untuk memulainya. bakalan banyak tim baru dengan wajah baru, misalnya aja bruno senna, keponakannya ayrton senna yang legendaris itu tuh. bakalan banyak postingan tentang F1 nih, hahahahaha

toodles, keep on rockin’ fellas!! \m/\m/\m/

-aga-

Advertisements